Ilustrasi pemilu (IDN Times/Agung Sedana)
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Dr. Adi Suryadi Culla, menilai pemilihan RT/RW serentak yang digelar Pemkot Makassar merupakan langkah positif dalam memperkuat praktik demokrasi langsung di level paling bawah.
“Pemkot Makassar telah mengambil langkah baik dengan menggelar pemilihan RT/RW secara serentak. Ini memberikan nilai demokrasi langsung bagi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat bawah,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan pentingnya kesiapan teknis, termasuk alokasi anggaran yang kuat dan sistem pengawasan yang memadai. Sosialisasi peraturan daerah dan petunjuk teknis pemilihan juga dinilai krusial.
“Yang pasti, sosialisasi harus dilakukan secara masif. Harapan kita, masyarakat siap memahami dan menjalankan aturan,” jelasnya.
Adi juga menyinggung pengalaman serupa di DKI Jakarta yang dinilai berhasil karena persiapan anggaran yang baik dan sosialisasi panjang hingga tingkat kelurahan.
“Setiap pesta demokrasi pasti membutuhkan ongkos, selain kesiapan, masyarakat yang terlibat. Tantangannya tidak sesederhana,” tambahnya.
Ia bahkan membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, ketika ia terlibat langsung dalam pemilihan RT/RW pertama di Jakarta, bahkan pernah terpilih sebagai Ketua RT.
Ia berharap pengalaman baik itu dapat menjadi pembelajaran bagi Makassar.
“Sehingga pelaksanaan pemilihan RT/RW Serentak pada 3 Desember 2025 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ujarnya.