Makassar, IDN Times - Tim Reaksi Cepat (TRC) Brigade Siaga Bencana Kawasan Timur Indonesia Makassar mengerahkan sepuluh mobil ambulans menuju lokasi yang diduga titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Leang-leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Koordinator TRC Brigade Siaga Bencana KTI Makassar, Sahruna Majid mengatakan, sepuluh mobil ambulans yang dikerahkan untuk siaga evakuasi medis dugaan jatuhnya pesawat.
Mobil ambulans yang dikerahkan masing-masing 2 dari Public Safety Centre (PSC) Dinkes, 1 Puskemas Bantimurung, 1 Puskemas Simbang, 1 RSUD La Palaloi Turikale, 4 RSAU Dody Sardjoto dan 1 RS Wahidin Sudirohusodo.
"Satu ambulans empat orang, satu driver, satu dokter dan dua perawat," ucap Sahruna kepada IDN Times, Sabtu.
Tak hanya di Maros, TRC Brigade Siaga Bencana KTI Makassar juga bersiaga di sekitar Kab Pangkep manatau titik lokasi dekat dengan Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. "Ini sementara ini di TKP, masih penyisiran," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang berada di dalam pesawat Indonesia Air nomor penerbangan PK-THT yang dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan manifes penerbangan, kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut yakni Kapten Andy Dahananto (pilot), First Officer Yudha Mahardika, Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, serta dua awak kabin bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
