Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Malam Terakhir Ramadan, Masjid Al-Markaz Dipadati Jemaah I’tikaf
Suasana Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
  • Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar dipadati ribuan jemaah setiap malam pada 10 malam terakhir Ramadan, dengan pengelola menyiapkan fasilitas dan imam serta penceramah terbaik.
  • Rangkaian i’tikaf dimulai pukul 01.00 WITA, diawali pembacaan Al-Qur’an, muhasabah, lalu berbagai salat sunnah seperti tahajud, tasbih, taubat, hajat, hingga ditutup witir.
  • Jemaah datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bahkan luar kota, memenuhi lantai dua masjid untuk beribadah hingga dini hari selama 10 malam terakhir Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Suasana i’tikaf di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar mencerminkan semangat kebersamaan dan kesungguhan beribadah yang tinggi. Dengan pengelolaan yang rapi, imam serta penceramah terbaik, dan jemaah yang datang dari berbagai daerah, kegiatan ini menunjukkan bagaimana persiapan matang dapat menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kekhidmatan selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Suasana di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar mulai ramai saat pelaksanaan i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadan. Pengelola masjid telah menyiapkan berbagai kebutuhan ibadah untuk menampung ribuan jemaah yang memadati area masjid setiap malam.

Ketua Pelaksana Aktivitas Bulan Ramadan Masjid Al-Markaz, Mohammad Roem, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan di masjid tersebut sudah mulai berjalan sejak awal Ramadan. Pihak pengelola memastikan kesiapan imam, penceramah, serta fasilitas bagi jemaah yang ingin beribadah hingga dini hari.

"Masjid biasanya penuh. Rata-rata bisa sampai sekitar lima ribu jemaah setiap malam. Apalagi pada malam-malam ganjil, jumlahnya pasti lebih ramai," kata Roem di Masjid Al-Markaz, Rabu (11/3/2026).

1. Imam dan penceramah jadi daya tarik jemaah

Masjid Al Markaz Al Islami Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Menurut Roem, pengurus tetap menyiapkan imam dan penceramah terbaik setiap malam. Hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi jemaah untuk beribadah di masjid tersebut selama Ramadan.

"Imam dan penceramah kita pilih yang terbaik. Biasanya kalau imamnya bagus atau penceramahnya dikenal, jemaah juga semakin banyak yang datang," katanya.

Meski demikian, tahun ini pengurus masjid tidak lagi menyediakan sahur bagi jemaah. Roem menjelaskan penyediaan sahur untuk ribuan orang cukup sulit dari sisi logistik dan tenaga.

"Kali ini tidak disiapkan sahur. Jumlah jemaah sangat banyak sehingga cukup sulit menyiapkannya. Jemaah biasanya membawa sendiri atau mencari makanan di sekitar masjid," jelasnya.

2. I’tikaf diawali pengajian hingga rangkaian salat sunnah

Suasana di dalam Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Rabu (11/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Harian Ibadah dan Da’wah Masjid Al-Markaz, Fadlan Rezki, menjelaskan rangkaian i’tikaf di masjid tersebut berlangsung setiap malam selama 10 hari terakhir Ramadan. Kegiatan dimulai sekitar pukul 01.00 WITA.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari asal Makassar yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional. Setelah itu dilanjutkan dengan muhasabah oleh dai yang bergantian setiap malam.

"Setelah muhasabah dilanjutkan dengan salat lail. Ada beberapa salat sunnah yang dikerjakan, mulai dari salat taubat dua rakaat, salat tasbih empat rakaat, tahajud delapan rakaat, salat hajat dua rakaat, lalu ditutup witir tiga rakaat," kata Fadlan.

3. Jemaah datang dari berbagai daerah di Sulsel

Suasana di dalam Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Rabu (11/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Fadlan menuturkan pada malam pertama pelaksanaan kegiatan tersebut, antusiasme jemaah sudah terlihat. Lantai dua masjid terisi penuh oleh jemaah laki-laki dan perempuan yang mengikuti rangkaian ibadah hingga dini hari.

"Kalau dihitung-hitung, jemaah laki-laki saja bisa sekitar tiga ribu orang. Jemaah perempuan bahkan lebih banyak," katanya.

Jemaah yang datang tidak hanya berasal dari Makassar, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Bahkan setiap tahun ada jemaah dari luar daerah yang sengaja datang untuk mengikuti i’tikaf di Masjid Al-Markaz.

"Ada juga yang datang dari pulau di Pangkep. Mereka biasanya datang bersama keluarga dan bermalam di masjid selama 10 malam terakhir Ramadan," kata Fadlan.

Editorial Team