Comscore Tracker

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'

Ada sindiran, ada marah, ada apa dengan Prabowo?

Jakarta, IDN Times – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto marah kepada wartawan di panggung acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Ini bukan kali pertama Prabowo marah dan menyinggung wartawan. Dalam catatan yang dilansir dari berbagai media, kasus ini adalah kelima kalinya Prabowo bersinggungan dengan wartawan. Apa saja kasus sebelumnya?

Baca Juga: Kubu Jokowi Heran Kenapa Prabowo Marah Reuni 212 Tak Banyak Diliput

1. Prabowo: Wartawan bisa disogok

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'IDN Times/Irfan Fathurohman

Pernyataan kontroversial pertama Prabowo kepada wartawan muncul saat ia memberikan sambutan di hadapan warga dalam acara silaturahim Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Jakarta, Jumat (25/10/2013). Saat itu Prabowo menyebut wartawan mudah disogok.

"Jangan percaya kadang-kadang apa yang disampaikan oleh media-media. Media-media itu manusia juga. Kalau hakim agung, kalau hakim MK bisa disogok, apalagi wartawan, sama saja. Ada yang bikin survei, saya enggak dimasukkan. Ya enggak apa-apa," kata Prabowo.

Namun sehari berselang, Prabowo meminta maaf atas ucapannya. Menurut dia, hal itu terlalu dibesarkan dan disalahartikan.

2. Prabowo marah ke Berita Satu, Kompas TV dan Metro TV di rumahnya usai mencoblos

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Pada 9 Juli 2014, Prabowo yang maju sebagai capres marah kepada sejumlah media di kediamannya usai mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). Media itu adalah Berita Satu, Kompas TV, dan Metro TV.

Kejadian bermula saat Prabowo istirahat bersama sejumlah politikus usai mencoblos. Beberapa media televisi telah menunggu untuk wawancara ekslusif dengannya. Prabowo melangsungkan wawancara dengan TVRI, ANTV, Berita Satu, RCTI, RTV, tvOne, NHK Jepang , Kompas TV, CNN, dan Metro TV.

Kemarahan Prabowo muncul saat diwawancara Berita Satu. Prabowo menuding Berita Satu kerap menyudutkan dan tidak berimbang dalam menayangkan pemberitaan terkait dirinya.

"Ini yang ngelolosin Berita Satu  ke sini siapa ini?" tanya Prabowo ke tim suksesnya. Namun sejurus kemudian, nada bicaranya menurun karena reporter dan juru kamera hanya menjalankan tugas, ia pun mempersilahkan Berita Satu mewawancara dirinya.

Setelah wawancara dengan NHK Jepang, kemarahan Prabowo kembali muncul ketika diwawancara Kompas TV. Setelah Kompas TV dan CNN, Prabowo kembali marah, kali ini ia menyemprot Metro TV dan menyebut nama pemiliknya, Surya Paloh.

"Kasih tahu Pak Surya (Surya Paloh-bos MetroTV) apa dosa Prabowo ke Pak Surya. Berani nggak bilang! Berani nggak bilang gitu? Kalau kamu nggak mau disakiti jangan sakiti orang. Hewan saja nggak mau disakiti, itu ajaran semua agama," katanya.

Prabowo juga menyebut Kompas dan Tempo yang tidak menulis tentangnya sesuai fakta. Tidak lama kemudian seluruh wartawan diminta keluar dari rumah Prabowo.

3. Prabowo Marah ke Jakarta Post karena dianggap mendukung Jokowi

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Hanya berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin (14/7/2014), Prabowo kembali marah. Kali ini kepada wartawati Jakarta Post.

Kemarahan Prabowo terjadi dalam sesi tanya jawab di Freedom Institute, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat. Prabowo yang mengetahui wartawati yang bertanya berasal dari The Jakarta Post menolak menjawab pertanyaan yang diajukan.

"Jakarta Post? Setahu saya itu sudah menjadi media partisan yang mendukung Jokowi-JK. Untuk Jakarta Post, saya tidak mau menjawab, terima kasih,” ujar Prabowo.

Wartawati itu mencoba bertanya lagi, Prabowo pun menjawab bahwa itu bukan kesalahan wartawati itu melainkan pemilik dari The Jakarta Post.

“Ya, you try. It’s not your fault, it’s your owners,” kata Prabowo.

Usai melakukan jumpa pers, Prabowo kemudian mendatangi wartawati itu, merangkulnya dan meminta maaf kepada wartawati itu.

“Ini bukan salah kamu. Ini salah pemimpin Jakarta Post yang berengsek,” ujarnya.

"Jakarta Post sudah anti saya. Untuk apa bertanya lagi kepada saya? Keterangan saya pun tidak akan dimuat. Jakarta Post jelas tidak netral," ujar Prabowo.

4. Prabowo sebut gaji wartawan rendah dan tidak pernah ke mal

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'(Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto) IDN Times/Gregorius Aryodamar

Prabowo kembali mengeluarkan pernyataannya, kali ini yang bernada menyindir wartawan. Usai upacara peringatan hari kemerdekaan di Universitas Bung Karno, Prabowo menyindir gaji wartawan yang kecil dan tidak pernah belanja di mal.

"Kita juga bela wartawan. Gaji kalian juga kecil kan? Tahu, kelihatan dari muka kalian. Muka kalian kelihatan enggak belanja di mal. Betul kan? Hayo... jujur," sindir Prabowo, Kamis 17 Agustus 2017.

5. Prabowo kesal tidak banyak media meliput acara reuni akbar 212

Sindiran Prabowo ke Wartawan Telah Memasuki 'Ronde Kelima'IDN Times/Gregorius Aryodamar

Prabowo kembali marah kepada wartawan. Kemarahan Prabowo karena ia menilai tidak banyak media yang meliput reuni akbar 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12).

Prabowo menuding media menjadi pelaku manipulasi demokrasi. Ia bahkan mengajak penyandang disabilitas untuk tidak perlu lagi menghargai wartawan, karena menurutnya wartawan adalah antek-antek perusak demokrasi Indonesia.

“Saya sarankan kalian gak usah hormat sama mereka lagi. Mereka hanya anteknya yang ingin merusak demokrasi Republik Indonesia. Hei kaum disabilitas, saya butuh bantuanmu, saya butuh suaramu,” kata Prabowo di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Selesai acara, para wartawan yang hadir bersiap mencegat Prabowo untuk mewawancarainya. Namun, ia tak mau diwawancara. Ia juga sempat bertanya dengan nada tinggi kepada salah satu wartawan.

"Kamu media mana, hah?" kata Prabowo. Setelah bertanya ia pun terus melangkahkan kakinya keluar hotel.

Baca Juga: Prabowo Janji Perjuangkan Kaum Disabilitas Dapat Hidup Layak

Topic:

  • M Gunawan Mashar

Just For You