Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi nikel (Unsplash/Paul-Alain Hunt)
ilustrasi nikel (Unsplash/Paul-Alain Hunt)

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan merilis data terbaru mengenai performa perdagangan internasional provinsi ini, Senin (5/1/2026). Pada periode November 2025, nilai ekspor Sulawesi Selatan tercatat mencapai US$128,77 juta.

Meski angka tersebut tergolong besar, secara keseluruhan nilai ekspor ini mengalami penurunan sebesar 23,74 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (November 2024).

Berikut adalah poin-poin penting perkembangan ekspor-impor Sulsel yang perlu kamu tahu!

1. Nikel dan Kakao masih jadi penyumbang cuan terbesar

Ilustrasi Ekspor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Hingga saat ini, komoditas tambang dan perkebunan masih mendominasi panggung ekspor Sulawesi Selatan. Nikel masih menjadi primadona dengan nilai US$72,48 juta atau berkontribusi sebesar 56,28 persen dari total ekspor.

Di posisi kedua, ada komoditas Kakao/Cokelat yang menyumbang US$20,65 juta (16,04 persen), disusul oleh Biji-bijian Berminyak senilai US$11,28 juta (8,76 persen). Selain itu, komoditas Ikan dan Udang mencatatkan nilai US$6,05 juta (4,70 persen), serta Besi dan Baja sebesar US$4,88 juta (3,79 persen).

2. Jepang dan Tiongkok jadi pasar utama

ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Sulawesi Selatan punya hubungan dagang yang sangat kuat dengan negara-negara di Asia Timur, di mana Jepang masih kokoh menjadi tujuan ekspor nomor satu dengan nilai mencapai US$76,01 juta (59,03 persen). Tiongkok membuntuti di posisi kedua dengan nilai US$43,58 juta (33,84 persen), disusul oleh Taiwan senilai US$3,26 juta (2,53 persen).

Selain negara-negara tersebut, Korea Selatan juga menjadi tujuan ekspor penting dengan nilai US$1,97 juta (1,53 persen) serta Timor Leste sebesar US$1,36 juta (1,06 persen).

3. Pelabuhan Malili jadi pintu keluar tersibuk

Ilustrasi ekspor (Foto: IDN Times)

Berkat aktivitas tambang, Pelabuhan Malili menjadi yang tersibuk di bulan November 2025 dengan menangani ekspor senilai US$72,48 juta (56,28 persen). Sementara itu, Pelabuhan Makassar menangani ekspor senilai US$50,54 juta (39,25 persen).

Tak hanya soal menjual barang, Sulsel juga mendatangkan barang dari luar negeri. Nilai impor Sulawesi Selatan pada November 2025 tercatat sebesar US$91,47 juta. Dengan nilai ekspor yang lebih tinggi dari impor, Sulawesi Selatan mencatatkan surplus neraca perdagangan untuk bulan tersebut.

Editorial Team