Berawal dari sebuah mimpi ide yang fantastis, seseorang bisa memulai bisnis kecil-kecilan di industri apapun di era digital saat ini. Pada saat yang sama, bisnis ini juga berpotensi mengancam merek lain yang sudah hadir dalam suatu ekosistem. Namun, itu hanya akan menjadi ilusi jika pemilik bisnis tidak mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi munculnya pesaing baru.
Memulai bisnis, dalam bentuk apapun, bukanlah perkara mudah. Tidak semua hal yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar tanpa masalah. Para pemilik usaha pasti akan menemui berbagai kendala dalam membangun usahanya.
Ketika mereka kehabisan modal, salah satu cara tercepat dan favorit untuk menyelesaikannya adalah dengan mencari pinjaman sebagai pendanaan. Jika momentumnya bagus, uang bisa menjadi momentum yang luar biasa dalam mengakselerasi bisnisnya. Namun, pada saat yang sama, pendanaan segar yang diperoleh dari pinjaman juga dapat menjadi lingkaran setan yang berujung pada penutupan bisnis jika pemilik bisnis tidak menyeimbangkannya dengan wawasan manajemen dan mitigasi risiko yang baik, terutama terkait dengan aspek keuangan.
Di sisi lain, inovasi kreatif tanpa memahami masalah yang harus dipecahkan juga bisa menjadi masalah yang menghantui pemilik bisnis. Pada umumnya mereka baru menyadari hal ini setelah menyadari bahwa usahanya menjadi sulit untuk berkembang kembali. Jika ini terjadi, suka tidak suka, harus ada evaluasi terkait inovasi yang dilakukan.
Berbisnis dengan ide cemerlang, dana besar, dan keberanian sebagai modal saja tidak cukup. Pemilik bisnis juga perlu menyeimbangkan modalnya dengan wawasan lain seperti pengetahuan tentang manajemen, tren pasar, hingga teknologi yang sedang berkembang. Jika tidak, pemilik usaha akan menghadapi keterbatasan ruang pertumbuhan dan persaingan pasar yang tidak sehat karena diisi oleh pemain lain yang memiliki modal lebih besar dan menjadi predatory pricing.
Jadi, jika ingin terjun ke dunia bisnis, pemilik bisnis harus memiliki modal yang banyak. Namun, tidak hanya modal berupa uang, tetapi juga pengetahuan di bidang manajemen, pasar, tren teknologi, hingga memiliki mental yang kuat. Dengan begitu, jika mereka menemui kegagalan dan jatuh berkali-kali, mereka akan tetap memiliki keberanian untuk bangkit dan belajar lebih banyak. Intinya, jangan takut mengambil risiko.