Makassar, IDN Times - Di mata orang Sulawesi Selatan, I La Galigo adalah sekumpulan naskah yang menyimpan magis. Rangkaian epos tentang penciptaan peradaban Bugis memang dipenuhi kisah-kisah ajaib di luar nalar. Namun, para sejarawan sepakat bahwa wiracarita yang terdiri dari 300 ribu baris tersebut menyimpan fragmen hubungan Kedatuan Luwu, kerajaan tertua di Sulsel, dengan wilayah sekitarnya.
Sempat luput cukup lama dari amatan sejarah, usaha mengembalikan memori masyarakat atas I La Galigo dimulai pada akhir dekade 1990-an. Puncaknya, ketika badan kebudayaan dunia UNESCO memasukkannya dalam daftar Warisan Dunia pada 2011. Dan di tahun 2017 silam, lembaga ilmiah belanda yakni KITLV bekerja sama dengan Univesitas Leiden, melakukan digitalisasi naskah I La Galigo koleksi mereka, NBG-Boeg 188 yang disusun BF Matthes dan Colliq Pujie dari 1852 hingga 1872.
Nah, para seniman pun tidak ketinggalan dalam usaha melestarikan peninggalan sejarah Sulawesi Selatan tersebut. Upaya adaptasi ke budaya populer pun tekah dilakukan. Dari sekian banyak, berikut ini tiga di antaranya yang telah dinikmati banyak orang.