ilustrasi mendengarkan (pexels.com/ Atlantic Ambience)
Kadang, saat orang berhenti bicara, kita buru-buru mengisi keheningan dengan obrolan lain. Padahal, ruang hening justru bisa memberi kesempatan bagi mereka buat mengatur emosi atau melanjutkan cerita dengan lebih dalam. Keheningan juga bisa terasa menenangkan. Dengan membiarkan momen hening itu hadir, kamu menunjukkan bahwa kamu sabar menunggu. Ini yang membuat lawan bicara merasa nggak dikejar waktu, dan mereka bisa bercerita dengan ritme yang lebih nyaman.
Belajar menjadi pendengar yang empati adalah perkara berlatih. Terkadang, hal ini bisa terasa sulit, tapi kamu bisa melakukannya selama melatih enam cara di atas. Intinya, kamu hanya perlu hadir, menghargai perasaan orang lain, dan nggak terburu-buru memberikan respons. Kalau kamu bisa menerapkan ini, percaya deh, orang-orang akan merasa lebih nyaman dan dekat sama kamu.
Sumber referensi:
https://www.self.com/story/how-to-be-a-good-listener
https://www.healthline.com/health/empathic-listening
https://www.verywellmind.com/how-to-try-empathic-listening-8357721
https://www.changingfaces.org.uk/story/becoming-more-empathetic-listener/