ilustrasi mengenali pola pikir dan belajar menerima kegagalan (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Langkah pertama untuk keluar dari kebiasaan self sabotage adalah menyadari bahwa kamu sedang melakukannya. Perhatikan pola yang sering muncul, seperti menunda, meragukan diri, atau takut mencoba. Setelah itu, ubah narasi dalam kepalamu—dari “aku gak bisa” menjadi “aku sedang belajar.”
Berilah dirimu izin untuk gagal dan keliru. Kegagalan adalah bagian dari proses tumbuh. Jangan lupa untuk menciptakan sistem pendukung, seperti lingkungan yang positif atau bantuan profesional bila perlu. Yang paling penting, bersikaplah lebih lembut pada dirimu sendiri.
Menyabotase diri sendiri memang sering terjadi tanpa disadari, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan mengenali tanda-tandanya dan mulai mengubah cara berpikir, kamu bisa jadi sahabat terbaik untuk dirimu sendiri. Ingat, perjalanan menuju versi terbaikmu dimulai dari keberanian untuk berubah.
Referensi
- https://www.phoenix-society.org/resources/what-is-self-sabotage-and-how-do-i-stop-it
- https://thriveworks.com/help-with/self-improvement/goals-self-sabotage/
- https://www.healthline.com/health/mental-health/self-destructive-behavior
- https://psychcentral.com/blog/overcome-self-sabotage
- https://www.calm.com/blog/self-sabotaging