Tokoh villain sering digambarkan sebagai sosok egois yang keras kepala mempertahankan keinginannya. Sebaliknya, karakter yang dicintai biasanya adalah sosok selfless yang rela mengorbankan diri sendiri demi orang lain. Dari layar kaca, semua itu tampak heroik dan bikin penonton terharu. Tapi kalau kamu bayangin terjadi di dunia nyata, rasanya gak selalu semanis itu.
Sikap terlalu terlalu mementingkan orang lain bisa menghadirkan banyak konsekuensi yang gak kamu sangka. Alih-alih mempererat hubungan, yang muncul justru situasi canggung, rasa tertekan, bahkan persoalan baru yang lebih sulit diatasi. Dengan kata lain, selfless lebih sering terasa merepotkan dibanding menenangkan. Seperti lima alasan lain berikut ini.