Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menenteng tas (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
ilustrasi menenteng tas (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Intinya sih...

  • Mematikan alat elektronik saat tidak digunakan dapat menghemat energi dan tagihan listrik, serta mengurangi dampak lingkungan.
  • Membeli barang elektronik yang hemat energi bisa mengurangi konsumsi listrik dan emisi karbon, seperti AC inverter atau setrika listrik hemat watt.
  • Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak makanan berbasis tanaman dapat mengurangi jejak karbon, serta daur ulang sampah organik menjadi kompos membantu menyuburkan tanah secara alami.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan rasanya semakin penting untuk diterapkan di tengah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kian meningkat. Di antara kamu mungkin masih banyak yang berpikir bahwa langkah-langkah kecil gak akan berdampak signifikan.

Tapi kenyataannya setiap perubahan positif yang kita lakukan dapat membuat perbedaan besar, lho. Apalagi kalau sudah dilakukan secara masif.

Lalu, langkah apa aja yang bisa dilakukan untuk memulai gaya hidup yang ramah lingkungan? Beberapa poin di bawah ini mungkin bisa segera kamu terapkan!

1. Matikan alat elektronik saat sudah tidak digunakan

ilustrasi mematikan TV (pexels.com/Nothing Ahead)

Salah satu langkah paling sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan, adalah mematikan alat elektronik ketika tidak digunakan. Misalnya, cabut charger ponsel kalau HP sudah terisi penuh, atau matikan lampu saat meninggalkan ruangan. Langkah ini gak hanya akan menghemat energi, tapi juga bisa mengurangi tagihan listrik sehingga lebih hemat, lho.

2. Gunakan barang elektronik yang eco-friendly

ilustrasi eco friendly (pexels.com/Sarah Chai)

Ketika membeli barang elektronik baru, coba pilih yang memiliki label hemat energi. Produk-produk ini didesain untuk menggunakan energi lebih efisien, yang berarti konsumsi listrik lebih sedikit dan emisi karbon lebih rendah. Misalnya aja, AC yang sudah menerapkan teknologi inverter, atau setrika listrik yang hemat watt, atau barang elektronik dengan baterai terbuat dari bahan ramah lingkungan.

3. Perbanyak mengonsumsi makanan plant-based dan kurangi meat-based

ilustrasi plant based diet (pexels.com/Mikhail Nilov)

Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi makanan berbasis tanaman bisa sangat mengurangi jejak karbon atau carbon footprint, sehingga termasuk langkah efektif dalam penerapan gaya hidup ramah lingkungan. Diketahui, carbon footprint adalah total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Produksi daging menghasilkan lebih banyak emisi dibandingkan dengan sayuran atau buah-buahan, sehingga dengan beralih ke makanan plant-based, kamu bisa mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

4. Konsumsi makanan secukupnya

ilustrasi sedang makan (pexels.com/cottonbro studio)

Membuang-buang makanan gak hanya bikin boros uang, tapi juga dapat meningkatkan jumlah CO2 dan metana yang dihasilkan di tempat pembuangan sampah, lho. Seperti diketahui, CO2 dan metana adalah gas rumah kaca yang berbahaya dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Dengan mengonsumsi makanan secukupnya, artinya kamu telah mengurangi limbah makanan dan dampak negatifnya terhadap lingkungan.

5. Mendaur ulang sampah rumah tangga jadi kompos

ilustrasi sampah organik (pexels.com/SHVETS production)

Daur ulang sampah organik menjadi kompos merupakan langkah yang sangat baik dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan. Kompos bisa digunakan sebagai pupuk alami yang membantu menyuburkan tanah tanpa perlu menggunakan bahan kimia. Mengubah sampah rumah tangga menjadi kompos gak hanya akan menghemat biaya pembelian pupuk, tapi juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

6. Daur ulang apa saja

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/SHVETS production)

Jangan lupa untuk mendaur ulang barang-barang yang bisa didaur ulang, seperti kertas, kaca, plastik, ataupun logam. Daur ulang mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru dan energi yang dibutuhkan untuk membuat produk baru, serta mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Kamu bisa lakukan ini misalnya dengan memanfaatkan kaleng bekas biskuit untuk dijadikan pot tanaman. Bisa pula menggunakan kembali kemasan botol untuk menyimpan cairan detergen. Yah, walaupun gak begitu estetik tapi setidaknya aksimu ini bantu bumi jadi lebih baik, lho.

7. Minimalisir penggunaan plastik

ilustrasi botol plastik (pexels.com/mali maeder)

Sudah bukan rahasia lagi, kalau plastik sekali pakai adalah salah satu sumber polusi terbesar di dunia. Cobalah untuk membawa tas belanja kain sendiri, atau menggunakan botol minum yang bisa diisi ulang untuk mengurangi sampah plastik. Dengan begitu, sampah plastik yang sulit terurai di lingkungan jadi gak semakin numpuk!

8. Kalau ada barang rusak usahakan perbaiki dulu, jangan langsung buang

ilustrasi memperbaiki boneka (pexels.com/cottonbro studio)

Perilaku ramah lingkungan selanjutnya yang bisa mulai kamu biasakan, yakni dengan jangan langsung buang dan beli baru kalau barang-barangmu rusak. Usahakan perbaiki dulu sampai bisa digunakan lagi. Dengan demikian, gak hanya bisa menghemat uang, tapi juga mengurangi sampah.

Dari uraian tadi bisa disimpulkan bahwa memulai gaya hidup ramah lingkungan sebenarnya gak sulit-sulit amat. Kamu bisa memulainya dari langkah-langkah kecil seperti di atas. Walaupun kecil, tapi perubahan yang sudah kamu lakukan akan memberi dampak positif yang besar bagi lingkungan, lho. Jadi, yuk mulai terapkan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team