Kamu udah tau belum nih, bahwa mencoba untuk selalu positif itu bisa menjadi toxic? Lebih tepatnya memaksa untuk selalu positif, entah itu ditujukan untuk diri sendiri maupun orang lain.
Sikap seperti ini cenderung bersifat denial atau penyangkalan terhadap emosi-emosi yang sebetulnya wajar untuk di alami setiap manusia, seperti sedih, marah, cemburu, kecewa, berduka, hampa, dan lain sebagainya.
Dilansir Psychology Group, toxic positivity memiliki definisi sebagai berikut,
Generalisasi berlebihan dari keadaan bahagia dan optimis yang menghasilkan penyangkalan, minimalisasi, dan invalidasi (pembatalan) terhadapan pengalaman emosional manusia yang otentik.
Hal tersebut berakibat buruk karena dengan mengabaikan perasaan tertentu, perasaan tersebut tidaklah hilang melainkan berubah menjadi emosi yang tertekan. Alih-alih diabaikan dan ditolak, perasaan atau emosi-emosi negatif seharusnya diterima lebih dulu untuk kemudian dihadapi.
Lantas bagaimana kita mengenali tanda-tanda dari toxic positivity ini? Toxic positivity umumnya muncul dan mudah dikenali melalui pernyataan atau ucapan-ucapan seperti berikut ini.