Berawal dari kesukaan mengomentari kehidupan orang lain, hubunganmu dengannya malah bisa rusak. Kamu memang gak menggunjingkan seseorang di belakangnya. Komentar itu bahkan disampaikan langsung di depan orangnya atau melalui media sosial.
Namun, akibatnya tetap sama buruknya terlebih apabila seseorang merasa terganggu dengan komentarmu. Lebih-lebih sulit untukmu mengendalikan diri setelah 1 atau 2 komentarmu didengarkannya dengan baik dan sabar. Seakan-akan itu lampu hijau buat kamu terus berkomentar.
Maka makin lama komentarmu makin ke bagian-bagian yang lebih pribadi dalam hidupnya. Dirimu tak sekadar menanyakan sesuatu, tetapi telah menghakimi kehidupannya sebagai benar atau salah dan baik atau buruk. Belajarlah untuk mengurangi kegemaranmu mengomentari kehidupan orang lain dengan cara sebagai berikut.
