Masa kanak-kanak adalah periode emas dalam perkembangan kognitif dan emosional. Di fase ini, anak sedang giat mengeksplorasi dunia sekitar dengan rasa ingin tahu yang begitu besar. Storytelling atau mendongeng menjadi salah satu cara klasik yang tetap relevan untuk menumbuhkan kecerdasan emosional sekaligus kreativitas. Meski sederhana, kisah yang diceritakan orang tua sering kali meninggalkan jejak dalam pola pikir dan perilaku anak.
Lewat cerita, anak gak hanya terhibur, tetapi juga belajar memahami nilai kehidupan, mengenal berbagai karakter, dan merasakan ragam emosi. Ketika dongeng disampaikan dengan ekspresi, intonasi, serta bahasa yang penuh nuansa, daya imajinasi anak semakin terasah. Bahkan, dalam banyak penelitian, storytelling terbukti memberi dampak positif terhadap empati, kreativitas, hingga keterampilan komunikasi anak. Mari kita ulas lebih dalam tentang beberapa dampak pentingnya.