Belakangan ini, isu child grooming ramai dibahas dan berseliweran di media sosial, terutama TikTok. Banyak potongan video, cerita viral, hingga pengakuan korban yang bikin istilah ini terdengar makin familiar. Meski begitu, pemahaman soal grooming masih sering keliru dan dianggap mudah dikenali sejak awal.
Saat mendengar istilah child grooming, banyak orang langsung membayangkan tindakan jahat yang terang-terangan. Kenyataannya, proses grooming justru kerap dibungkus lewat sikap ramah, perhatian kecil, dan interaksi yang terasa aman. Pola inilah yang membuat grooming sulit terdeteksi, baik oleh anak maupun orang dewasa di sekitarnya. Nah, berikut lima alasan kenapa grooming tidak selalu terlihat berbahaya di awal.
