Jemmy, salah satu guru SMA Katolik Rajawali di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun
Berbicara tentang SMA Katolik Rajawali, tentu kita patut membahas torehan prestasi gemilang yang telah mereka catat. Bahkan, SMA populer di Kota Makassar ini punya kelas khusus untuk siswa yang akan mengikuti perlombaan maupun olimpiade.
Jemmy menyebutkan, kelas khusus tersebut dipersiapkan untuk olimpiade seperti olimpiade sains, matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa inggris dalam kompetisi di tingkat daerah, nasional bahkan sampai tingkat internasional.
Wajar saja mereka akhirnya sukses menyabet ratusan piala dan piagam perlombaan antar siswa SMA. Kalian akan melihat jejeran piala mulai dari pintu gerbang sekolah hingga ke ruang tata usaha. Keren, ya.
"Memang kita bina dari kelas 10 atau 1, dari awal. Jadi dari ratusan piala dan piagam yang berjejeran ini kita pertama kali dapat itu di tahun 2000 awal, pertama kita dapat medali kalau tidak salah itu kita dapat tingkat provinsi," terang Jemmy.
"Siswa kami juga dapat medali di tingkat internasional, bidang komputer, bidang kimia dan fisika, olimpiade tingkat dunia juga kita dapat medali. Baru-baru ini kita dapat medali emas kompetisi dunia untuk penelitian di biologi," tambahnya.
SMA Katolik Rajawali berada di bawah naungan Yayasan Joseph YEEMYE Makassar yang berdiri pada tahun 1954 dengan status sebagai kelas filial atau kelas jauh dari SMA Katolik Cenderawasih. Awal sekolah ini hanya punya satu jurusan, yaitu jurusan Sastra-Budaya dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Pada awal tahun 1955 dibuka lagi satu kelas tambahan untuk jurusan Ilmu Sosial, dengan jumlah siswa 8 orang.
Akhirnya pada tahun 1967, seiring dengan dibukanya jurusan Ilmu Pasti. Pada akhirnya, SMA Katolik Rajawali telah memiliki semua jurusan yang terdapat pada jenjang pendidikan menengah atas. Pada tanggal 1 Januari 1980 dengan Keputusan Menteri P dan K No.1612/D/1/1980 tertanggal 17 April tahun 1980 terjadi pemisahan dengan SMA Katolik Cendrawasih yang menjadikan SMA Katolik Rajawali berdiri sendiri.
Pada tahun pelajaran 2003/2004 SMA Katolik Rajawali telah melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi(KBK) atau Kurikulum 2003. Dan sejak tahun itu pelajaran 2007/2008 SMA Katolik Rajawali melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada Januari 2008 telah diadakan Akreditasi sekolah dan SMA Rajawali memperoleh predikat Terakreditasi A. Status ini masih tetap bertahan sampai sekarang.