Makassar, IDN Times - Alkisah di Batavia pada akhir dekade 1890-an, gagasan untuk membangun jalur kereta api di Sulawesi menjadi bahasan hangat para petinggi Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NISM, Perusahaan Kereta Api Hindia-Belanda) yang menjadi cikal-bakal PT KA kini.
Kurang dari 50 tahun setelah Gubernur Jenderal Hindia-Belanda ke-47 L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele mencangkul sejumput tanah di desa Kemijen, Semarang timur yang menandai dimulainya proyek kereta api Hindia-Belanda, total rel yang dibangun sudah mencapai hampir 3 ribu kilometer. Mulai dari Batavia hingga Surabaya, dan Banda Aceh ke Medan.
Sulawesi masuk dalam rencana sebab tak lepas dari fakta bahwa sejumlah hasil bumi berasal dari sana seperti kopi, beras, kelapa, cengkih dan lain-lain. Kereta api diharap mempermudah pengangkutan hasil panen. Tapi, otomatis diperlukan sarana pendukung seperti jalan, jembatan dan tentu saja rel kereta api.