Makassar, IDN Times - Sebagai provinsi termuda di Pulau Celebes, Sulawesi Barat (Sulbar) sejatinya telah memiliki banyak cerita yang membentang sejak zaman kolonialisme. Wilayah seluas 16.937 km persegi dengan populasi 1,3 juta jiwa tersebut termasuk hasil dari kebijakan pemekaran daerah di era Reformasi.
Menurut mendiang Edward L. Polinggomang dalam buku Sejarah dan Budaya Sulawesi Barat, pemerintah Hindia-Belanda membagi Sulawesi bagian barat pada masa kolonial menjadi empat onder afdeling (wilayah administratif) antara lain Majene, Mamuju, Polewali, dan Mamasa.
Onder afdeling Mamuju, Majene dan Polewali pun sebenarnya merupakan wilayah gabungan tujuh kerajaan-kerajaan dan kesatuan hukum adat yang disebut Pitu Baqbana Binanga yang berarti tujuh kerajaan di muara sungai atau pesisir pantai.
Kerajaan Balanipa dan Binuang masuk ke dalam Polewali. Sendana, Banggae dan Pamboang jadi bagian dari Majene. Sementara Mamuju serta Tappalang berstatus onder afdeling Mamuju.