Comscore Tracker

Keren! Alumni Teknik Unhas Makassar Berhasil Merakit Bilik Disinfektan

Bilik ini bisa digunakan untuk #PutusRantaiCovid19

Makassar, IDN Times - Seiring dengan upaya pemerintah untuk memperkuat lini kesehatan dalam penanganan wabah virus corona atau COVID-19 di Indonesia, meningkat pula inisiatif dari berbagai kalangan untuk membantu. Salah satunya adalah pembuatan bilik sterilisasi atau disinfektan secara mandiri yang bisa digunakan oleh masyarakat.

Terinspirasi dari langkah pemerintah Vietnam, beberapa pihak di Indonesia sudah merakit sendiri bilik sterilisasi mereka. Seperti buatan IT Telkom di Surabaya, Korem 083/Bhaladika Jaya di Malang serta Pemerintah Kota Tangerang.

Inisiatif serupa juga dilakukan oleh sejumlah alumni Teknik Mesin Universitas Hasanuddin. Muhammad Ridwan, salah satu inisiator bilik disinfektan mengatakan, dia bersama beberapa rekannya sibuk merakit bilik tersebut di dalam bengkel sederhana yang terletak di sudut kota Makassar.

1. Inisiatif ini berasal dari kenyataan bahwa disinfektan hanya dilakukan pada ruang terbuka publik

Keren! Alumni Teknik Unhas Makassar Berhasil Merakit Bilik DisinfektanIlustrasi (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

"Teman-teman berinisiatif bikin ini karena memang sudah ada di beberapa daerah seperti Surabaya dan Malang, namun di Sulawesi Selatan ini belum ada (yang memiliki bilik sterilisasi). Kemarin kami bikin prototype-nya dan sudah jadi," ujar Ridwan saat dihubungi oleh IDN Times melalui sambungan telepon pada Senin (23/3) malam.

Alasannya, Ridwan beserta timnya merakit bilik sterilisasi secara mandiri pun tak lepas dari langkah pemerintah perihal wabah virus Corona. Menurutnya kebijakan baru menyasar pengobatan, namun belum untuk pencegahan. Penyemprotan disinfektan pun baru dilakukan di ruang terbuka.

"Kita tidak tahu wilayah tempat tinggal kita bebas atau tidak. Apalagi yang masuk ke kantor-kantor pemerintahan. Oke bangunan dan dalam gedung sudah disemprot, tapi bagaimana dengan orang yang masuk? Ada yang bisa jamin tidak?" lanjut lulusan Teknik Mesin Unhas angkatan 2007 itu.

2. Ridwan dan timnya sanggup merampungkan dua bilik sterilisasi dalam satu hari

Keren! Alumni Teknik Unhas Makassar Berhasil Merakit Bilik DisinfektanDok. Alumni Teknik Mesin Unhas

Dalam satu hari, Ridwan bersama timnya bisa menyelesaikan dua bilik. Satu bilik masing-masing dikerjakan oleh dua orang. Satu boks bilik dilengkapi dengan delapan nostel yang akan menyemprotkan disinfektan serta satu pompa spray.

"Biaya pembuatan antara dua sampai tiga juta dengan partikel semprot paling halus yaitu 0,02 milimeter," jelas Ridwan.

Dana pembuatan purwarupa yang sudah rampung sebelumnya berasal dari donasi. Namun ia bersama timnya hendak menjual beberapa unit kepada instansi pemerintah dengan harga lima sampai enam juta Rupiah. Hasilnya kemudian digunakan untuk merakit bilik sterilisasi gratis yang ditaruh pada tempat-tempat di mana kerumunan warga tak bisa dihindari.

"Untuk kegiatan sosial, kami akan coba bagikan ke tempat-tempat yang membutuhkan seperti rumah sakit, pasar dan tempat ibadah. Anggaran yang tersedia untuk pembuatan bilik gratis baru ada sepuluh unit," lanjutnya.

3. Rencananya, masing-masing satu sampel bilik akan segera dikirim ke sejumlah daerah sekitar Kota Makassar

Keren! Alumni Teknik Unhas Makassar Berhasil Merakit Bilik DisinfektanProfesor Syamsul Bachri, Gurub Besar Fakultas Teknik Mesin Unhas sedang mencoba bilik disinfektan. Dok. IDN Times/Istimewa

Jika memiliki dana berlebih, Ridwan bersama timnya juga berencana membuat masing-masing satu sampel yang akan dikirim ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Namun saat ini, ia baru akan memberi satu sampel ke pemerintah daerah sekitar Kota Makassar.

"Kita bikin sampel satu untuk dikirim ke daerah, dan merekalah yang nantinya memperbanyak berdasarkan sampel tersebut. Insya Allah dua atau tiga hari ke depan saya juga akan drop ke Gowa, Maros dan Luwu," ungkap Ridwan.

"Di Gowa, kami akan serahkan ke Pak Bupati (Adnan Purichta Ichsan). Dan nanti dia yang arahkan (penggandaan bilik) sama penyediaan cairan disinfektannya. Kita serahkan ke Dinkes untuk penyediaan cairan," pungkasnya.

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya