Comscore Tracker

Ini Nilai Pembayaran Fidyah dengan Uang Menurut MUI Sulsel

Pembayaran fidyah dengan beras bisa diganti dengan uang

Makassar, IDN Times - Fidyah merupakan denda yang wajib ditunaikan oleh umat muslim karena meninggalkan kewajiban atau melakukan larangan. Salah satunya meninggalkan puasa di bulan Ramadan.

Allah SWT memberikan keringanan kepada kaum muslimin yang sudah tidak mampu berpuasa karena sakit, hamil, atau tua renta. Caranya dengan memberi makan orang miskin sebagai ganti puasa. Ini yang disebut fidyah.

Firman Allah SWT:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Fidyah dibayarkan dengan memberi makan kepada orang miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Meninggalkan satu hari puasa berarti memberi makan satu orang miskin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan telah mengeluarkan Bayan (penjelasan) tentang kadar fidyah. Bayan bernomor Bayan-001/DP.P.XXI/IV/2022 diterbitkan pada Jumat (15/04/2022). Berikut penjelasan dan uraiannya, dikutip dari laman MUI Sulsel.

Baca Juga: Sudah Tahu? Ini Lho Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

1. Nilai fidyah setara dengan ukuran satu mud

Ini Nilai Pembayaran Fidyah dengan Uang Menurut MUI Sulselilustrasi beras (zakat.or.id)

Mengutip Imam Al-Syafi’i (767 M), Imam Malik Bin Anas (711 M) dan Imam Al-Nawawi (1233 M), ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran Nabi Muhammad SAW. Nilai mud diperkirakan dua telapak tangan yang ditengadah ke atas untuk menampung makanan (mirip orang berdoa).

Mud adalah istilah yang menunjuk ukuran volume, bukan ukuran berat. Dalam kitab Al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuhu disebutkan, bila diukur dengan ukuran zaman sekarang, satu mud setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.

Abu Hanifah (699 M) berpendapat ½ sha’ atau dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW. Setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang satu orang miskin. Ada perbedaan ukuran satu mud dalam mazhab jumhur dan satu mud dalam Mazhab Hanafi dari sisi kapasitas.

Dalam Mazhab Hanafi ukuran setengah sha’ sama dengan dua mud, sedang untuk dua mud itu standarnya setengah dari 3800 gram. Sehingga jumlah yang harus dikeluarkan menurut Abu Hanifah adalah setengah dari 3800 gram atau dua mud sejumlah 1900 gram.

2. Kadar fidyah yang ditetapkan MUI Sulsel

Ini Nilai Pembayaran Fidyah dengan Uang Menurut MUI SulselLogo Majelis Ulama Indonesia (MUI) (IDN Times/Mui.or.id)

Berdasarkan rujukan di atas, MUI Sulsel menetapkan kadar fidyah serta teknis pembayarannya. Yang pertama, sebagai bentuk kehati-hatian dan lebih memudahkan dalam menghitungnya, maka fidyah dapat berupa 1 liter beras untuk satu hari yang ditinggalkan sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.

Jika dikonversi dalam bentuk mata uang rupiah, maka merujuk ke pandangan Imam Abu Hanifah yang membolehkan qimah (harga mata uang) seharga 1,9 kg beras dibulatkan menjadi 2 kg. Jika harga beras Rp12.500 per kilogram, maka fidyah dalam bentuk uang senilai Rp25 ribu.

3. Cara membayar fidyah

Ini Nilai Pembayaran Fidyah dengan Uang Menurut MUI SulselPetugas amil zakat menggunakan pelindung wajah dan sarung tangan plastik melayani warga yang membayar zakat fitrah di Masjid At Thoharoh, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/5). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Fidyah dapat ditunaikan dengan memberi makanan siap saji misalnya dalam bentuk paket lengkap lauk yang wajar untuk dikonsumsi. Dapat pula membuat hidangan lalu mengundang orang miskin sejumlah puasa hari yang ditinggalkan, sebagaimana yang dilakukan Sahabat Anas Bin Malik yang mengundang 30 orang miskin dan menyiapkan hidangan yang mengenyangkan mereka.

Waktu pembayaran fidyah menurut mayoritas ulama adalah setiap hari setelah puasa tersebut ditinggalkan, sedangkan menurut Hanafiah boleh dibayarkan di awal Ramadan setelah masuknya bulan suci.

Bagi orang tua yang fakir dan tidak punya harta untuk membayar fidyah maka boleh dibayarkan oleh anak-anaknya atau ahli warisnya sebagai ta’awun alalbirri wattaqwa (tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa). Namun jika anaknya pun masih dalam taraf kemiskinan, maka jatuh hukum membayar fidyah.

Baca Juga: Tuntunan Lengkap Fidyah Puasa: Ketentuan Besaran hingga Niatnya

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya