ilustrasi pulsar (NASA/Goddard Space Flight Center)
Pulsar juga ternyata telah disebutkan di dalam Al-Qur'an. Surat At-Tariq ayat 1 hingga 3 ternyata menjelaskan tentang objek luar angkasa ini. Berikut penggalannya:
وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِۙ(١)وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الطَّارِقُۙ(٢)النَّجۡمُ الثَّاقِبُۙ(٣)
“(1) Demi langit dan yang datang pada malam hari. (2) Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (3) (yaitu) bintang yang bersinar tajam.” (QS. At-Tariq 86: 1-3)
Dilansir dari TheLastDialogue.org, arti dari kata ‘Tariq (الطَّارِقُ)’ secara harfiah sebenarnya adalah ‘orang yang mengetuk pintu’. Arti dari ‘datang pada malam hari’ diambil dari kebiasaan orang Arab pada masa lalu, dimana saat orang datang pada malam hari akan mengetuk pintu. Pulsar sendiri terlihat dari bumi berdenyut atau seperti orang yang mengetuk pintu. Hal ini menunjukkan bahwa Tariq sebenarnya merupakan benda langit pulsar.
Ayat ketiga menunjukkan kata ‘Tsaqib (ثَّاقِبُ)’ yang ternyata memiliki arti lain, yaitu ‘membuat lubang’. Hal ini menunjukkan pulsar adalah bintang yang dapat membuat lubang. Pulsar yang dapat mendistorsi ruang waktu. Semakin banyak materi yang jatuh ke dalamnya, maka distorsi akan semakin besar. Akan tercapai suatu titik saat distorsi meningkat sedemikian rupa, sehingga dapat menciptakan lubang di ruang waktu.
Pulsar merupakan salah satu objek luar angkasa yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Al-Qur'an bahkan telah menjelaskan ciri-ciri dari pulsar jauh sebelum objek ini ditemukan oleh manusia.