Kalau ngomongin dunia kerja, pasti sering denger istilah blue collar dan white collar. Secara sederhana, blue collar itu pekerjaan yang lebih banyak pakai tenaga fisik, sementara white collar lebih ke kerja kantoran yang butuh keterampilan administratif atau analitis. Nah, di luar negeri, perbedaan dua kategori ini lebih mencolok dibanding di Indonesia, mulai dari gaji, lingkungan kerja, sampai gaya hidup.
Banyak yang mengira kerja di luar negeri selalu enak karena gajinya besar, padahal ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Blue collar di negara maju bisa punya gaji tinggi, tapi tantangannya juga berat. Sementara itu, white collar sering dianggap lebih prestisius, tapi tetap ada tekanan kerja. Jadi, sebelum mutusin buat kerja di luar negeri, penting buat paham perbedaan mendasar antara keduanya. Yuk, kita bahas lebih lanjut!