Olahan sagu porno khas Sulawesi Utara (instagram.com/margarethajanis)
Nama sagu porno mungkin terdengar unik, tapi olahan ini punya makna budaya yang kuat di Kepulauan Sangihe. Sagu porno adalah sagu yang dimasak hingga mengeras, lalu dipanggang atau disajikan dengan lauk sederhana.
Di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat distribusi pangan, sagu menjadi sumber karbohidrat utama yang mudah diperoleh. Sagu porno mencerminkan cara masyarakat Sangihe beradaptasi dengan keterbatasan alam sekaligus menjaga tradisi pangan leluhur. Hingga kini, sagu porno masih dikenang sebagai bagian dari identitas lokal, meski tidak banyak dijual secara komersial.
Berbeda dengan Papua dan Maluku yang mempertahankan sagu sebagai makanan pokok, sebagian besar wilayah Sulawesi lebih cepat beralih ke beras. Faktor kebijakan pangan, perubahan pola konsumsi, dan modernisasi membuat sagu perlahan tersisih ke pinggiran.
Namun, keberadaan kapurung, sinonggi, hingga sagu porno membuktikan bahwa sagu tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap hidup dalam tradisi, cerita keluarga, dan memori kolektif masyarakat Sulawesi.
Di tengah tren kembali ke pangan lokal, kisah sagu di Sulawesi menjadi pengingat bahwa Indonesia punya kekayaan kuliner yang lahir dari sejarah panjang adaptasi dan kebijaksanaan lokal. Menunggu untuk kembali dikenali dan diapresiasi.