TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Selama 2019, Jepang jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sulsel

Nikel jadi komoditas primadona

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Makassar New Port, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/7/2019). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Makassar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat bahwa ekspor dari Provinsi Sulawesi Selatan pada periode Januari-Oktober 2019 rupanya lebih banyak dikirim ke Jepang. Salah satu komiditas primadona adalah nikel. 

Selain nikel, komoditas yang diekspor dari Sulsel adalah hasil laut seperti udang, ikan dan hewan air yang tidak bertulang belakang, serta rempah-rempah. 

"Kalau berdasarkan negara tujuannya yang paling besar pertama itu Jepang," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel Akmal, seperti dikutip dari Antara, Senin (16/12).

Baca Juga: Sidak Parsel, BBPOM Sulsel Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

1. Nikel jadi primadona ekspor

IDN Times/Asrhawi Muin

Sementara itu, nilai transaksi total ekspor Sulsel untuk komoditas seperti nikel pada periode Januari-Oktober 2019 sebesar US$623,83 juta. Sedangkan nilai transaksi nikel ke Jepang berkisar antara US$55-70 juta setiap bulan.

"Kalau nilai transaksinya itu fluktuatif. Tapi di kisaran itu lah. Itu hanya untuk komoditas nikel saja," kata Akmal.

Selama ini, nikel memang selalu menjadi primadona ekspor bagi Sulsel. Jika dilihat dari kontribusinya, nilai transaksi ekspor Sulsel nikel berhasil menyumbangkan angka US$98,16 juta atau sekitar 73,52 persen dari seluruh nilai ekspor pada Oktober 2019.

Jika dibandingkan dengan nilai ekspor nikel pada bulan sebelumnya, angka tersebut cukup besar, yakni selisih sekitar 17,59 persen.

3. Biji-bijian jadi komoditas andalan kedua

Ilustrasi ekspor. IDN Times/Asrhawi Muin

Selain nikel, komoditas lainnya yang juga menjadi andalan adalah biji-bijian berminyak dan tanaman obat. Nilai transaksi untuk komoditas tersebut adalah US$8,99 juta atau 6,73 persen dari total nilai ekspor Sulsel.

Selain itu, ada pula garam, belerang, dan kapur dengan nilai transaksi sebesar US$7,33 juta (5,49 persen).

Kemudian ada getah dan damar dengan nilai transaksi sebesar US$4,22 juta (3,16 persen), serta besi dan baja sebesar US$4,20 juta (3,14 persen).

Baca Juga: Perdana, Sulsel Ekspor Batang Cengkeh ke India

Berita Terkini Lainnya