Comscore Tracker

Indonesia Terancam Resesi, Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Resesi jika pertumbuhan ekonomi terus negatif

Jakarta, IDN Times - Perekonomian Indonesia terancam mengalami resesi atau kemerosotan. Fenomena itu memang belum terjadi, tapi bukan tidak mungkin dialami di tengah pandemik COVID-19.

Resesi terjadi jika pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif pada kuartal II dan III. Tapi kita bernapas lega jika kondisi penurunan ekonomi hanya terjadi pada kuartal II.

Pertanyaannya, apa dampak bagi masyarakat jika Indonesia benar-benar mengalami resesi? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Terjadi gelombang PHK yang berujung meningkatnya pengangguran dan kemiskinan

Indonesia Terancam Resesi, Bagaimana Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menerangkan bahwa resesi bisa mengakibatkan gelombang PHK secara besar-besaran. Itu berimbas pada meningkatnya pengangguran, menurunnya pendapatan masyarakat, serta angka kemiskinan yang bertambah.

"Artinya daya beli tertekan. Padahal kebutuhan di tengah situasi krisis kan terus ada. Bayar listrik, air, biaya anak sekolah, sewa rumah dan cicilan motor jalan terus," ucap Bhima.

Bhima mengatakan butuh waktu waktu agar masyarakat yang kehilangan pekerjaan bisa terserap kembali. Di sisi lain,  tingginya tingkat pengangguran berpotensi menciptakan kriminalitas.

"Dampak lain adalah pelemahan nilai tukar bisa sebabkan harga barang naik tinggi khususnya yang impor," dia menambahkan.

Baca Juga: Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

2. Masyarakat kencangkan ikat pinggang, insentif pemerintah perlu dipercepat

Indonesia Terancam Resesi, Bagaimana Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi Menabung (IDN Times/Mardya Shakti)

Di tengah ancaman resesi, Bhima menyarankan masyarakat mengencangkan ikat pinggang sementara waktu. Masyarakat juga diimbau mempersiapkan dana darurat untuk kebutuhan penting.

"Tidak memboroskan belanja untuk gaya hidup. Jadi kebutuhan esensial aja yang prioritas yaitu pangan dan kesehatan," ucapnya.

Dari sisi pemerintah, Bhima menyarankan agar stimulus ekonomi ditingkatkan dan dibarengi oleh penyaluran yang cepat. "Kemudian bentuk stimulus yang extraordinary. Ini kan masa WFH, jadi ada perubahan perilaku masyarakat," imbuhya.

"Kalau UMKM diberi subsidi internet gratis akan menolong sekali. Bisa lebih banyak masyarakat yang beli produk UMKM di e-commerce," jelas dia.

3. Resesi ekonomi umumnya berdampak pada sosial masyarakat

Indonesia Terancam Resesi, Bagaimana Dampaknya bagi Kita?Ilustrasi kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Senada dengan Bhima, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa umumnya resesi ekonomi di suatu negara akan berdampak pada kemiskinan dan pengangguran. Hal itu terjadi lantaran banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

"Sekarang ini Singapura itu resesi, dia karena sudah 6 bulan kontraksi ekonominya. Pertanyaannya apakah akan berkepanjangan? ya iya karena penyebab resesi itu wabah COVID-19, sementara belum diketahui kapan akan berakhir," ucapnya.

"Kemudian apakah resesi ini akan berdampak pada sosial masyarakat Singapura? ya iya. karena penurunan income dan sebagainya, jumlah pengangguran meningkat, jumlah kemiskinan meningkat, ya itu," imbuh dia.

Baca Juga: Sibuk Bahas Resesi Ekonomi, Apa sih Artinya?

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya