Comscore Tracker

Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi diproyeksi nol persen karena pandemik

Jakarta, IDN Times - Perekonomian dunia terkena dampak signifikan pandemik COVID-19, tak terkecuali Indonesia. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia jatuh ke nol persen pada 2020.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi terjadi seiring pemerintah membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan penyebaran virus corona. Pembatasan itu memengaruhi banyak sektor, misalnya penurunan daya beli masyarakat serta pemutusan hubungan kerja.

Di sisi lain, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu berjuang untuk terus bertahan. Sejauh ini pandemik belum menunjukkan tanda segera berakhir, dengan total lebih dari 80.000 kasus COVID-19 dan hampir 3.800 kematian di Indonesia.

1. Perbaikan ekonomi akan berjalan pelan

Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi IndonesiaSuasana Pasar Pagi, Asemka, Jakarta, pada 12 Juli 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Baca Juga: Bank Dunia Sebut COVID-19 Picu Resesi Terdalam Sejak Perang Dunia II

Menurut Bank Dunia, pariwisata jadi salah satu sektor dengan dampak terbesar akibat pandemik COVID-19. Para pelaku sektor itu mengalami penurunan pendapatan.

Perbaikan ekonomi Indonesia diperkirakan berjalan gradual dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil yang mencapai 4,8 persen pada 2021. Pada 2022, pertumbuhan baru diperkirakan kembali ke enam persen. Situasi ini terjadi di seluruh dunia.

"Ini merupakan resesi global terdalam, bahkan lebih cepat dari resesi pada 2008," kata Direktur Bank Dunia untuk kawasan Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects 2020 pada Kamis 16 Juli 2020.

2. Pemerintah diharapkan memberikan paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan

Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi IndonesiaSuasana di pasar pelelangan ikan Lhokseumawe, Aceh, pada 20 Juni 2020 di mana orang-orang tak melakukan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Rahmad

Menurut survei Bank Dunia, 5,5 persen masyarakat Indonesia bisa terjebak di jurang kemiskinan jika pemerintah tidak memberikan paket bantuan sosial. 

Apalagi, dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah ingin Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

Ekonom Bank Dunia Frederico Gil Sander menyebut sebelum pandemik COVID-19, Indonesia berada dalam jalur yang benar untuk mewujudkan ambisi tersebut. Tapi hambatan bermunculan seiring virus corona menyebar. Pemerintah dituntut menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah sendiri mengumumkan paket fiskal yang merupakan 4,3 persen dari PDB saat ini. Paket tersebut meliputi anggaran guna meningkatkan kesiapan sektor kesehatan dan bantuan sosial. Menurut Bank Dunia, jika terdistribusikan dengan tepat, maka itu mampu mengurangi dampak pandemik terhadap kemiskinan.

3. Bank Dunia merekomendasikan tiga prioritas reformasi untuk memulihkan ekonomi

Bank Dunia Ramalkan Ancaman Resesi Ekonomi IndonesiaFlash mob Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam di salah satu pusat perbelanjaan di Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Juli 2020. ANTARA FOTO/M N Kanwa

Kahkonen juga merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk segera melakukan reformasi dengan tiga prioritas utama.

"Kami mendukung pemerintah untuk mengubah krisis ini menjadi kesempatan dengan memajukan reformasi yang penting guna mendorong daya saing yang akan menjadi fondasi kuat bagi pemulihan yang lebih kuat," kata Kahkonen.

Tiga prioritas itu, menurutnya, adalah penghapusan pembatasan investasi dengan menggunakan omnibus law, penguatan investasi swasta terhadap infrastruktur nasional, dan mempercepat reformasi pajak untuk menambah pendapatan negara.

Gil Sander menambahkan, "Ke depannya, belanja negara lebih tinggi di sektor kesehatan, perlindungan sosial dan infrastruktur masih akan dibutuhkan, yang membuat reformasi pajak untuk meningkatkan pendapatan fiskal menjadi penting untuk meratakan kurva utang dan menjaga kerangka ekonomi makro Indonesia kuat."

Baca Juga: Bank Dunia Kucurkan Pinjaman Rp3,6 T untuk Indonesia Tangani COVID-19

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya