Comscore Tracker

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa Lampau

Suku ini disegani karena memiliki ilmu ghaib

Sulsel, IDN Times - Indonesia merupakan salah satu negara di mana sebagian masyarakatnya masih kuat memegang dan memelihara budaya peninggalan leluhur. Berbagai rumah adat masih mudah kamu temui di berbagai pelosok daerah. 

Salah satunya adalah Sulawesi Selatan. Beberapa desa di Sulawesi Selatan bahkan disebut sebagai desa adat karena warganya masih kuat memegang tradisi, mulai dari bahasa, pakaian adat, ritual adat, hingga bangunan tempat tinggal. 

Uniknya, di tengah masifnya pembangunan dan perkembangan teknologi, desa-desa ini memiliki daya tarik tersendiri karena "menawarkan" kehidupan masa lampau di mana kearifan lokal menjadi fondasi.

Apakah kamu tertarik untuk melihat wajah lampau Sulawesi Selatan? Kunjungi saja lima desa adat ini: 

1. Kampung Adat Sillanan, Tana Toraja

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa Lampauindonesiakaya.com

Tana Toraja tidak hanya kesohor di Tanah Air. Peninggalan adat dan budaya warisan leluhurnya bahkan sampai terkenal di luar negeri.
Salah satu desa yang masih mempertahankan warisan itu adalah Desa Sillanan, Mengkendek. Desa ini disebut sebagai Desa Bebatuan, sebab seluruh permukaan tanah di desa ini berasal dari batu kapur. 

Sebagian besar penduduk di sini bermata pencaharian sebagai petani kopi dan sayuran. Sehingga kamu bukan hanya bisa melihat rumah adat Tongkonan yang dilengkapi lumbung padi, tapi juga ada perkebunan kopi dan sayuran sebagai agrowisata.

Bagi kamu yang menyukai wisata sejarah bisa melihat beberapa bangunan megalitikum seperti kubur batu dan menhir. Selain itu, ada benteng pertahanan yang disebut Tangdi Rompo di puncak bukit sekitar desa ini. 

Ada pula Sumur Tintiri yang merupakan sumur adat di desa ini. Sumur tersebut dipercaya dapat membuat awet muda.

2. Kampung Adat Ammatoa, Bulukumba

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa Lampauammatoa.com

Kampung ini merupakan salah satu kampung adat tertua di Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Tana Towa, Kajang, Bulukumba. Suku Kajang dikenal karena ilmu gaib dan hal berbau mistis yang menyelimuti. Hal ini juga yang membuat suku ini cukup disegani. 

Selain itu, mereka juga memiliki keunikan dalam hal berpakaian. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dari hasil tenunan dengan pewarna alami. Warna hitam memiliki makna kesetaraan, kesederhanaan dan bersahaja.

Selain pakaian, bentuk, warna dan ukuran rumah dari suku ini pun seragam dengan dinding papam dan atap rumbia serta menghadap kiblat. Sedangkan rumah Ammatoa menggunakan dinding bambu.

Baca Juga: Kembali ke Alam, 7 Spot Camping di Sulawesi Selatan yang Keren Abis!

3. Kampung Adat Karampuang, Sinjai

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa LampauIlustrasi (Pixabay)

Desa Tompo Bulu, Bulupoddo memiliki ritual unik jika kamu atau pengunjung lain ingin ingin masuk ke wilayah ini. 

Sebagai tanda penghormatan pada para leluhur, kamu harus mengambil sebuah batu dan selembar daun. Setelah itu, pengunjung kemudian diminta untuk meletakkan batu tersebut di atas daun.

Masyarakat di sini sangat menjunjung tinggi derajat wanita dan menganut matrilineal. 

Selain itu, rumah adat Karampuang pun memiliki filosofi seperti tubuh manusia. Ada beberapa objek yang dikeramatkan di desa ini, antara lain sebuah kolam tua untuk memandikan balita dan makam purba.

4. Desa Kete Kesu, Toraja Utara

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa LampauInstagram/Visit_Sulsel

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan desa satu ini. Desa Kete Kesu sudah terkenal dengan kebudayaannya di kancah internasional. Jika berkunjung ke sini, kamu akan menjumpai barisan Tongkonan, rumah adat Toraja. 

Selain itu, ada tradisi kubur tebing, yaitu orang yang sudah meninggal dikuburkan di sebuah tebing dan ditandai dengan patung kayu yang menyerupai mendiang.

Praktik pemakaman inilah yang unik karena di sebagian besar wilayah Tanah Air, jenazah biasanya dimakamkan di bawah tanah.

5. Desa Pallawa, Tana Toraja

5 Desa Adat yang Jadi Cermin Sulawesi Selatan di Masa Lampaureferensi.data.kemdikbud.go.id

Sebuah desa di Kecamatan Sesean ini merupakan kompleks adat kuno yang masih terjaga keasliannya. Tongkonan yang ada di sini pun memiliki usia yang lebih tua dibandingkan dengan di Kete Kesu. Selain itu, kamu juga bisa belajar menenun di sini.  Seru loh!

Meski memiliki daya tarik yang hampir sama seperti Kete Kesu, namun ketenarannya masih kurang karena akses jalan yang masih minim dan belum bagus. 

Keberagaman suku di Sulawesi Selatan menghadirkan wisata budaya yang beraneka ragam dan patut dilestarikan. Salah satu wujud mempertahankan kebudayaan daerah setempat yaiti dengan adanya desa adat. Bukan hanya Tongkonan atau suku Toraja, ada juga suku Kajang yang memiliki keunikan tersendiri. 

Selain itu, aturan maupun norma yang berlaku di masing-masing desa disesuaikan dengan adat istiadat setempat. 

Baca Juga: Mengenal 'Dare' Macaca Maura, Binatang Endemik Sulawesi Selatan 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Fatma Roisatin Nadhiroh di IDN Times Community dengan judul Menjunjung Tinggi Budaya, Ini 5 Desa Adat di Sulawesi Selatan

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya