Comscore Tracker

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata Ilmuwan

Serbuan gagak terekam di tengah wabah virus corona

Jakarta, IDN Times - Dunia maya dihebohkan sebuah rekaman video, yang memperlihatkan ribuan burung gagak menyerbu Kota Wuhan, Tiongkok. Fenomena itu terjadi di tengah wabah virus Corona yang menyebabkan kota di Provinsi Hubei itu diisolasi.

Video rekaman yang diunggah akun YouTube Wuhan News, memperlihatkan gagak yang memenuhi salah satu sudut kota. Gagak tampak terbang di langit gelap, di atas gedung bertingkat.

Baca Juga: Otoritas Jepang Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona 

1. Ribuan burung gagak juga memenuhi jalanan Wuhan

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata Ilmuwan(YouTube Wuhan News)

Penampakan ribuan burung gagak tak cuma ditayangkan di Youtube. Rekaman fenomena itu juga diunggah akun media sosial Tik Tok, @MichaelYi.

Video berdurasi 25 detik menunjukkan kerumunan burung gagak mendarat dan berkeliaran di Jalan Wusi, Distrik Chengxi, Wuhan. Burung-burung mematuk sesuatu di jalan tersebut.

Video yang diunggah ulang akun Twitter @IsChinar, sudah disukai lebih dari 2.700 kali dan di-retweet 1.300 kali.

2. Masyarakat Tiongkok percaya gagak sebagai simbol kematian

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata Ilmuwanaudubon.org

Dilansir dari Daily Star, Rabu (12/2), sebagian orang percaya bahwa gagak merupakan simbol kematian. Ada yang menganggap ribuan gagak tersebut sedang “mencari mayat” untuk dimakan. Sedangkan, yang lainnya mengatakan burung-burung itu mungkin memakan abu mayat yang jatuh ke tanah.

Ada juga yang menganggap mereka memakan serangga atau hewan yang mati karena bahan kimia yang disemprotkan di jalan.

3. Ilmuwan menyebut kemunculan gagak sebagai hal normal

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata IlmuwanPasien virus corona di Wuhan, Tiongkok (ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS/wsj)

Ilmuan Corvid Research, Profesor Kaeli Swift memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena kemunculan ribuan gagak di Wuhan, Tiongkok. Dia menanggapi lewat akun Twitter-nya, @corvidresearch, merespons kiriman orang tentang video yang viral.

Kaeli yang pengajar di University of Washington, pernah meneliti perilaku gagak. Dia menyebut kejadian di Wuhan sebagai sesuatu yang normal, dan bisa sewaktu-waktu terjadi di mana pun.

"Sangat normal. Burung gagak berkumpul untuk tidur bersama di sarang komunal. Karena pusat-pusat kota biasanya 1-2 derajat lebih hangat daripada hutan di sekitarnya, dan lebih terisolasi dari pemangsa, mereka terkadang bertengger di kawasan bisnis," Kaeli menulis, sembari menyertakan foto kejadian serupa di Seattle, Amerika Serikat.

4. Tiongkok bekerja 24 jam membakar jasad korban virus corona

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata IlmuwanPenumpang memakai masker dan kantong plastik berjalan di luar stasiun kereta Shanghai di Shanghai, Tiongkok, saat negeri tersebut sedang terjadi penularan virus corona baru, pada 9 Februari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song

Sampai kini belum ada bukti kuat untuk mendukung teori bahwa gagak mencari mayat di video tersebut. Ketakutan itu timbul, karena dalam budaya Tiongkok, gagak dipandang sebagai simbol kematian.

Persepsi itu mulai ramai, saat muncul laporan bahwa krematorium Tiongkok bekerja 24 jam, untuk membakar jenazah yang terbunuh akibat virus corona. Bahkan, salah seorang pekerjanya mengatakan mereka dipekerjakan seharian tanpa berhenti.

4. Hingga Kamis (13/2) siang, tercatat ada 1.365 orang meninggal dunia akibat virus corona

Ribuan Gagak Serbu Kota Wuhan, Petanda Apa? Ini Kata IlmuwanPetugas penerima spesimen di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Selasa (11/2). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  1. Wabah virus corona yang terjadi di daratan Tiongkok terus memakan korban jiwa. Hingga Kamis (13/2) siang, tercatat ada 1.365 orang meninggal dunia akibat virus tersebut. Dua kasus di antaranya terjadi di Hong Kong dan Filipina, sedangkan sisanya sebanyak 1.363 terjadi di Tiongkok.

Kasus kematian akibat 2019 novel corona virus atau yang kini ditetapkan bernama Covid-19 itu, terbanyak di lokasi wabah berasal yakni Provinsi Hubei. Tercatat ada 1.310 kasus kematian karena corona di provinsi tersebut.

Baca Juga: Virus Corona Tak Bisa Menyebar Melalui Barang Impor, Ini Penjelasannya

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya