Comscore Tracker

Polisi Tunda Penyelidikan Rekaman Suara Danny Pomanto soal JK

Penundaannya disebut sesuai arahan Kapolri

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menunda penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK).

Diberitakan sebelumnya, anak JK, Solihin Kalla melaporkan calon wali kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto soal dugaan fitnah. Pelaporan terkait rekaman suara Danny yang beredar di media sosial.

Kapolda Sulsel Irjen Merdysam mengatakan, semua kasus hukum yang melibatkan calon kepala daerah ditunda sampai pilkada selesai.

“Karena ini murni masalah pidana, dan tidak boleh dikaitkan dengan politik. Hal ini sesuai dengan arahan bapak Kapolri,” kata Merdysam, yang dikutip dari ANTARA, Senin (7/12/2020).

Baca Juga: Anak Jusuf Kalla Laporkan Danny Pomanto karena Rekaman Suara

1. Rekaman suara Danny Pomanto singgung Rizieq, Novel, hingga JK

Polisi Tunda Penyelidikan Rekaman Suara Danny Pomanto soal JKANTARA FOTO/Setwapres-Jeri Wongiyanto

Kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut bermula, setelah rekaman suara diduga Danny Pomanto viral di berbagai grup percakapan WhatsApp. Seseorang dalam rekaman suara itu menyebut sejumlah nama tokoh, mulai dari penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, eks Meteri Kelauatan dan Perikanan Edhy Prabowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Jusuf Kalla.

Orang dalam rekaman mengomentasi peristiwa penangkapan KPK terhadap Edhy Prabowo. Menurut dia, penangkapan yang dipimpin Novel itu erat kaitannya dengan JK dan Anies.

“Kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel yang tangkap berarti JK, Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya di JK,” kata orang itu

2. Kasus dugaan pencemaran nama baik JK dilaporkan ke Polda Sulsel

Polisi Tunda Penyelidikan Rekaman Suara Danny Pomanto soal JKDok. IDN Times/Istimewa

Usai viralnya rekaman suara itu, putra Jusuf Kalla, Solihin Kalla melaporkan calon Wali Kota Makassar Danny Pomanto ke polisi.

Solihin melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan diwakili pengacaranya, Yusuf Gunco, Sabtu, 5 Desember 2020 petang. Solihin mengatakan dia melapor karena rekaman yang diduga suara Danny Pomanto itu berisi tuduhan serius.

“Kami putra-putri Jusuf Kalla sangat keberatan dengan fitnah keji yang dituduhkan kepada orang tua kami dalam rekaman yang diduga suara Danny Pomanto,” kata Solihin dalam keterangan tertulis, Sabtu.

3. Alasan Polda Sulsel menunda penyelidikan kasus ini

Polisi Tunda Penyelidikan Rekaman Suara Danny Pomanto soal JKANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Dalam keterangan tertulis kepada ANTARA, Merdysam menerangkan bahwa penundaan penyelidikan untuk menjaga netralitas Polri. Penundaan berdasarkan arahan Kapolri dalam surat telegram nomor ST/2544/VIII/RES.1.24./2020 tertanggal 31 Agustus 2020.

Berdasarkan surat itu, Polri menunda semua proses hukum terhadap bakal calon atau calon peserta Pilkada Serentak 2020. Kapolri Selain itu, Kapolri Jenderal Idham Azis juga memerintahkan jajarannya tidak memanggil maupun melakukan upaya hukum lain, yang dapat dipersepsikan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu calon.

Merdysam mengatakan proses hukum tersebut akan dilanjutkan setelah tahapan pilkada selesai atau setelah pengucapan sumpah. Tapi Kapolri Kapolri juga menegaskan bahwa penundaan proses hukum tidak berlaku untuk dugaan tindak pidana pemilihan, tertangkap tangan melakukan tindak pidana yang mengancam keamanan negara, serta tindak pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

4. Danny Pomanto angkat suara terkait kasus ini

Polisi Tunda Penyelidikan Rekaman Suara Danny Pomanto soal JKDanny Pomanto hadir sebagai saksi dalam sidang perdana dugaan korupsi dana hibah Pilkada Makassar di PN Makassar, Kamis (5/12) / Sahrul Ramadan

Sebelumnya Danny sudah mengakui bahwa rekaman suara yang beredar adalah dirinya. Tapi dia menyebut itu sebagai pendapat analisis biasa, bukan bermaksud mencemarkan nama baik siapapun, termasuk JK.  

"Itu percakapan di dalam rumah saya. Saya tidak tahu siapa yang rekaman. Itu percakapan biasa, analisis politik. Dan hak setiap orang kan begitu," ungkap Danny kepada jurnalis saat dikonfirmasi, Sabtu, 5 Desember 2020.

Danny juga menganggap dirinya sebagai korban. Dia menduga ada seseorang yang sengaja merekam lalu menyebar ke media sosial isi perbincangan yang dilakukan di rumahnya. "Ada tamu kan. Tamu ini. Kami diskusi di situ dan ini adalah orang baru yang mau ketemu sama saya," ucap calon Wali Kota Makassar ini.

Danny menjelaskan, di balik rekaman suara yang beredar, ada suara lain yang terdengar. Suara itu disebutkan Danny adalah tamu yang berkunjung ke rumahnya.

"Termasuk dia (tamu) tanya bagaimana dampaknya soal itu (kasus Edhy Prabowo). Saya terangkan, Insya Allah tidak ada karena ini konstalasi nasional," jelas Danny.

Baca Juga: Penjelasan Danny Pomanto soal Heboh Rekaman Suara Singgung Jusuf Kalla

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya