Comscore Tracker

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langka

Di masyarakat Dayak, burung ini melambangkan kesucian

Sulsel, IDN Times - Sebagai negara tropis, Indonesia dikenal sebagai "rumah" berbagai satwa dan tanaman. Setiap daerah di Tanah Air, pasti memiliki satwa yang unik dan menjadi ciri khas daerah tersebut. 

Hal ini bisa saja terkait karena keunikan habitat dan lingkungan. Misalnya, Pulau Komodo di Nusa Tenggara yang menjadi habitat asli binatang purba dan langka, komodo. 

Nah, bagaimana dengan Sulawesi? Khususnya Sulawesi Selatan memiliki fauna identitas, yaitu julang sulawesi.

Burung yang memiliki nama lain taong itu juga dikenal dengan nama knobbed hornbill. Julang sulawesi merupakan salah satu satwa endemik di Sulawesi Selatan. Keunikan dan populasinya yang sedikit membuat satwa ini masuk daftar yang dilindungi.

Bukan hanya sebagai fauna identitas, taong juga menjadi lambang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan. Nah, berikut lima hal yang perlu kamu tahu tentang burung julang sulawesi.

1. Spesies burung rangkong yang cantik dan unik

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langkainstagram.com/drawick92

Burung julang sulawesi (Aceros cassidix) masih termasuk keluarga rangkong. Paruh besar dengan cula di bagian atasnya menjadi keunikan burung ini.

Tahukah kamu, julang jantan biasanya memiliki cula berwarna merah, sedangkan betina berwarna kuning. Keunikan lain speses ini adalah kantung berwarna biru di bagian tenggorokan dan tubuh berwarna hitam. Sementara itu, ekornya yang kontras berwarna putih kian membuat burung ini eksotis. 

Selain warna dan bentuknya yang unik, ukuran tubuhnya pun cukup besar. Ukuran panjang burung julang jantan mencapai 104 centimeter (cm) dan beratnya 2500 gram. Sedangkan burung julang betina memiliki ukuran yang lebih kecil.

2. Dijuluki "petani hutan" yang tangguh

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langkaatozpictures.com

Dua orang peneliti burung rangkong dan hutan tropis bernama Timothy G O'Brien bersama kawannya, Margaret F Kinnaid memberikan julukan "petani hutan" yang tangguh pada burung ini. 

Hal tersebut berdasarkan peran penting burung julang membantu regenerasi hutan yang menjadi habitatnya. Biji-bijian dari sisa buah yang menjadi makanannya secara tidak langsung dapat tersebar di berbagai penjuru hutan.

Baca Juga: Bikin Anget, Yuk Santap 5 Kuliner Berkuah Khas Sulawesi Selatan Ini

3. Dipercaya memiliki kekuatan magis

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langkainstagram.com/yumiantikwok

Selain dari segi ilmiah, masyarakat di Sulawesi percaya bahwa dengan menggantung paruh burung Julang mampu menolak bahaya. Sedangkan di masyarakat Dayak,  burung jenis rangkong melambangkan kesucian. Uniknya, burung ini juga tergambar di relief Candi Prambanan.

Selain itu, dapat digunakan untuk mempercantik dekorasi rumah. Di sisi lain, hal inilah yang menyebabkan perburuan julang kian marak sehingga mempengaruhi populasinya di alam liar. 

4. Salah satu indikator adanya pohon berukuran besar di hutan

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langkatwitter.com/worldbirds32

Burung sejenis rangkong memiliki habitat di hutan rawa, hutan primer dan hutan sekunder di dataran tinggi. Burung ini membutuhkan pohon tinggi yang memiliki diameter sekitar 45 cm untuk sarangnya. Sarang yang dibuat sejenis burung rangkong berupa lubang di pohon yang biasanya diberi lumpur pada bagian luarnya.

Ketika mengerami telurnya, burung betina biasanya tidak akan meninggalkan sarang. Untuk mencari makanan, burung jantan akan mengambil alih selama betina mengerami. 

Sebagai salah satu indikator alami, burung tersebut hidup berkelompok di tengah hutan untuk menghindari manusia. Jadi, keberadaan burung itu menandakan adanya hutan yang masih alami dengan tumbuhan besar.

5. "Si Julang" menjadi karakter game

5 Fakta Tentang Taong, Burung Khas Sulsel yang Kian Langkaenacademic.com

Sebuah game berbasis android dengan tipe arkade diluncurkan oleh GusWan dan KSDA Sulawesi Selatan sebagai pengembang. Game bernama "Si Julang" ini diluncurkan pada 02 Juli 2018. Julang Sulawesi menjadi karakter tunggal dalam game sederhana ini.

Game tersebut cukup ringan dengan tampilan sederhana dan hampir seperti "Flappy Bird" untuk memainkannya. Namun bukan untuk sekedar menghindari rintangan, tapi juga mengumpulkan poin dari makanan yang ada. Game ini diluncurkan sebagai salah satu cara untuk mengenalkan burung Julang Sulawesi.

Baca Juga: Mengenal Kera Macaca Maura, Binatang Endemik Sulawesi Selatan 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Fatma Roisatin Nadhiroh di IDN Times Community dengan judul 5 Fakta Julang Sulawesi, Satwa Endemik Indentitas Sulsel

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya