Comscore Tracker

Jalan Buntu Kasus Novel, Jokowi dan Polri Seolah Lepas Tanggung Jawab

Jokowi gagal menekan Polri dan TGPF menuntaskan kasus Novel

Jakarta, IDN Times- Kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Basweda, dikritik Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), M. Andrean Saefudin.

Di samping itu, ia juga mengkritik peran Presiden Republik Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo, yang enggan menekan Polri supaya kasus ini segera tuntas.

1. Tidak mampu tuntaskan kasus Novel, kinerja TGPF dinilai mengecewakan

Jalan Buntu Kasus Novel, Jokowi dan Polri Seolah Lepas Tanggung Jawab(Penyidik senior KPK Novel Baswedan) IDN Times/Ashari Arief

Sejak awal, Permahi pesimistis TGPF yang terdiri dari anggota Polri, Komnas HAM, dan KPK ini mampu menemukan titik terang pada kasus yang terjadi pada 11 April 2017 lalu. Terbukti, setelah TGPF menyampaikan temuan terbarunya, belum ada satu pun nama yang diduga sebagai otak intelektual kejahatan.

“Kami sudah memprediksi sejak awal dibentuknya TGPF oleh Polri ini, sehingga kami tidak kaget (dengan kinerja TGPF),” kata Andrean kepada IDN Times, Jumat (19/7).

2. Presiden seolah lepas tanggung jawab atas kasus Novel Baswewedan

Jalan Buntu Kasus Novel, Jokowi dan Polri Seolah Lepas Tanggung Jawab(Penyidik senior KPK Novel Baswedan tiba di Bareskrim Mabes Polri tahun 2015) ANTARA

Lelaki asal Lampung itu juga menganggap Jokowi sebagai kepala negara terlalu bermain aman. Alih-alih menunjukkan perannya sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi justru terkesan lepas tanggung jawab.

"Presiden lepas tanggung jawab terhadap kasus Novel awal Januari 2019 kami atas nama organisasi sudah melayangkan Somasi Terbuka kepada Presiden. Namun, respons istana pasif,” tambahnya.

Baca Juga: Jenderal Iriawan Bantah Terlibat dalam Kasus Novel Baswedan

3. Permahi menilai Jokowi gagal memainkan perannya sebagai Panglima Tertinggi

Jalan Buntu Kasus Novel, Jokowi dan Polri Seolah Lepas Tanggung JawabDok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan

Lebih jauh ia menilai bahwa Jokowi gagal memainkan perannya sebagai Panglima Tertinggi.

“Kita tahu korbannya sudah jelas, mata kirinya rusak parah. Presiden lepas tanggung jawab, padahal kewenangan tertinggi (penegakan hukum) hanya ada pada Pangti (panglima tertinggi), Pangti itu menurut UU pada Presiden,” tutur dia.

4. Peristiwa Penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan

Jalan Buntu Kasus Novel, Jokowi dan Polri Seolah Lepas Tanggung Jawab(Profil Novel Baswedan) IDN Times/Rahmat Arief

Untuk diketahui, penyidik senior KPK, Novel Baswedan harus menerima kerusakan pada mata kirinya setelah disiram air keras oleh tak dikenal dua tahun silam. Peristiwa itu terjadi saat Novel hendak menunaikan salat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya.

Dikatakan Novel, ada dugaan jenderal berbintang berperan dalam peristiwa penyiraman air keras itu. Namun, TGPF membantah segala tudingan itu. TGPF menduga bila motif penyerangan masih terkait dengan sejumlah kasus korupsi besar yang ditangani Novel. 

Baca Juga: Novel Baswedan Telan Kecewa TGPF Bentukan Polri Gagal Ungkap Tersangka

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya