Comscore Tracker

Survei: Mayoritas Warga Berpendidikan Tinggi Tolak Jokowi Nyapres Lagi

Survei terbaru SRMC soal kemungkinan Jokowi nyapres lagi

Jakarta, IDN Times - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) berjudul Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD, agaknya kurang menggembirakan bagi sekelompok relawan yang ngotot ingin Jokowi jadi presiden Indonesia tiga periode.

"Sekitar 52,9 persen menyatakan tidak setuju, sementara yang setuju 40,2 persen," kata Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, dikutip dari ANTARA, Minggu (20/6/2021).

SMRC menggelar survei pada 21 Mei, dan berakhir pada 28 Mei 2021. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Ada 1.072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error penelitian kurang lebih 3,05 persen.

Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Minat Jabat Presiden Tiga Periode!

1. Mayoritas responden ogah presiden Indonesia orang yang sama dalam tiga periode

Survei: Mayoritas Warga Berpendidikan Tinggi Tolak Jokowi Nyapres LagiPresiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Selain itu, hasil survei juga menunjukkan mayoritas warga (74 persen) menghendaki agar ketetapan tentang masa jabatan presiden dua kali dipertahankan. Artinya, mayoritas warga tak mau Presiden bisa menjabat lebih dari 2 periode.

"Yang ingin masa jabatan presiden diubah hanya 13 persen, dan yang tidak punya sikap 13 persen," ungkap Ade.

Baca Juga: KSP: Jokowi Gak Minat Jabat Presiden 3 Periode tapi Terserah MPR

2. Responden yang dukung Jokowi nyapres tiga kali jauh lebih sedikit ketimbang yang menolak

Survei: Mayoritas Warga Berpendidikan Tinggi Tolak Jokowi Nyapres LagiANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Menurut Ade, hasil survei menunjukkan mayoritas warga Indonesia tak mendukung narasi yang diusung oleh kelompok-kelompok tertentu agar Jokowi bisa kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di 2024 dengan mengubah ketetapan UUD 1945 yang membatasi masa jabatan presiden.

Buktinya, hanya 40,2 persen dari responden yang setuju dengan usulan Jokowi maju lagi di Pilpres 2024. Apalagi, 74 persen responden tak setuju ketentuan masa jabatan presiden diubah. Mengingat, saat ini Jokowi sudah menjabat sebagai Presiden sebanyak 2 periode.

Baca Juga: Pengamat Ragu Jokowi Benaran Menolak Jabatan Presiden 3 Periode

3. Mayoritas warga berpendidikan tinggi tolak Jokowi presiden tiga periode

Survei: Mayoritas Warga Berpendidikan Tinggi Tolak Jokowi Nyapres Lagi(Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Ade mengatakan, hasil survei ini salah satunya didasari oleh efek Jokowi, atau sikap publik terhadap Jokowi selama ia menjabat. Melihat dari latar belakang responden, mayoritas warga berpendidikan tinggi tak setuju Jokowi kembali menjadi capres pada Pilpres 2024.

"Sekitar 75 persen warga berpendidikan tinggi Perguruan Tinggi menolak pencalonan tersebut, dan hanya 20 persen yang mendukung," papar dia.

Namun, hasil survei juga menunjukkan latar belakang beragam, mulai dari latar belakang pendidikan, penghasilan, dan agama berbeda dalam hal dukungan dan penolakan terhadap gagasan tersebut.

Ade menerangkan, terdapat 75 persen responden dengan latar belakang pendidikan di Perguruan Tinggi menolak pencalonan kembali Jokowi di 2024. Sisanya, hanya 45 persen responden dengan latar belakang pendidikan SD yang juga menolak gagasan tersebut.

Sementara itu dari sisi penghasilan, survei menunjukkan 62 persen responden dengan penghasilan di atas Rp2 juta per bulan tak setuju apabila Jokowi nyapres lagi di 2024. Selain itu, 43 persen warga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan juga menolak gagasan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Dinilai Tak Konsisten, Bisa Saja  Jabat Presiden 3 Periode

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya