Comscore Tracker

Setahun, Stafsus Millennials Jokowi Disebut Tanpa Gebrakan

"Lebih baik dibubarkan untuk menghemat anggaran..."

Jakarta, IDN Times - Satu tahun berlalu sejak Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengangkat staf khusus millennials pada November 2019. Tapi menurut pengamat, sejauh ini para staf tersebut belum memperlihatkan hasil kinerjanya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, para anak-anak muda itu tidak menunjukkan perkembangan signifikan di lingkaran Istana. Menurut Ujang, mereka juga tidak punya gebrakan apa-apa, selain sempat jadi sorotan publik.

"Tak ada yang membanggakan. Banyak membebani Jokowi dan negara," kata Ujang saat dihubungi IDN Times, Jumat, 20 November 2020.

Baca Juga: Setahun Menjabat, Ini Deretan Kontroversi Stafsus Millennials Jokowi

1. Staf khusus millennial sebaiknya dibubarkan

Setahun, Stafsus Millennials Jokowi Disebut Tanpa Gebrakan(Presiden Jokowi memperkenalkan Staf Khusus Presiden baru yang terdiri dari anak-anak muda berprestasi di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019)) ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Menurut Ujang, Jokowi sepertinya tidak membutuhkan keberadaan pada stafsus millennials. Dia menyarankan kepada Presiden agar membubarkan para staf dari kalangan muda tersebut.

"Lebih baik dibubarkan untuk menghemat anggaran. Dari pada untuk menggaji stafsus millennial, lebih baik uangnya untuk bantu masyarakat miskin," tutur dia.

2. Jokowi diperkirakan tidak akan membubarkan staf khusus millennials

Setahun, Stafsus Millennials Jokowi Disebut Tanpa GebrakanPresiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Meskipun Ujang menilai tidak ada gebrakan dari para staf khusus, namun ia meyakini mereka tidak akan dibubarkan Jokowi. Sebab, itu sudah menjadi janji kampanye Jokowi yang akan mengakomodasi kalangan millennials.

"Walau tak ada gebrakan dan kinerjanya tak kelihatan dan memuaskan. Mereka para stafsus millennial tak akan dibubarkan. Karena itu sudah janji Jokowi dalam kampanye, ingin mengakomodir kalangan millennials di Istana," kata dia.

3. Setahun stafsus millennial Jokowi, dua orang mundur dari jabatannya

Setahun, Stafsus Millennials Jokowi Disebut Tanpa GebrakanANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden Jokowi mengumumkan tujuh staf khususnya yang baru untuk lima tahun ke depan. Seperti pengumuman menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju, konsep pengumuman staf khusus millennial kepresidenan juga dilakukan dengan gaya nyentrik.

Jika konsep pengumuman menteri Kabinet Indonesia Maju duduk di tangga Istana Merdeka, staf khusus presiden diumumkan sambil duduk santai di atas bean bag atau kursi bantal yang saat ini tengah tren. Mereka terdiri dari tujuh staf khusus baru dan lima staf khusus lama.

"Saya ingin memperkenalkan staf khusus yang tugasnya mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini segera kita lihat, anak-anak muda semuanya," kata Jokowi, di Veranda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Namun seiring berjalannya waktu, Jokowi ternyata tidak bisa mempertahankan tujuh anak muda itu terus berada di lingkungan Istana. Pada Selasa (21/4/2020), salah satu staf khusus Jokowi, Adamas Belva Devara, menyatakan diri mundur dari kursi staf khusus presiden.

Belva mengundurkan diri setelah polemik tentang Ruangguru, perusahaan yang ia pimpin, setelah menjadi mitra resmi pemerintah untuk Kartu Prakerja. Konfirmasi soal pengunduran diri Belva disampaikan melalui surat terbuka yang ia unggah ke akun media sosialnya. 

"Berikut ini saya sampaikan informasi terkait pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden. Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020," demikian tulis Belva di surat terbuka itu dan diunggah ke akun Instagramnya pada Selasa (21/4/2020).

Dalam surat terbuka itu, Belva mengatakan tak lagi ingin polemik mengenai posisinya sebagai staf khusus Jokowi dan CEO Ruangguru semakin panjang.

"Saya tidak ingin polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi masalah pandemik COVID-19," tulis Belva pada malam harinya. 

Tak berselang lama, staf khusus presiden lainnya, Andi Taufan juga ikut mengundurkan diri dari jabatan bergengsi itu. Andi saat itu memutuskan mundur setelah kontroversi surat Amartha yang akan memberikan edukasi pada warga terkait COVID-19 menimpanya.

Saat itu, nama Andi santer diperbincangkan publik lantaran surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 yang beredar. Surat itu berisi Informasi bahwa PT Amartha Mikro Fintek, perusahaan yang dipimpin Andi, akan memberi edukasi kepada warga terkait COVID-19 dan pendataan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di Puskesmas.

Andi mengatakan dukungan tersebut berdasar kemanusiaan dengan biaya yang dikeluarkan oleh pihak Amartha dan donasi masyarakat. Ia pun berani menjamin kegiatan tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

"Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD," jelasnya.

Menyusul jejak Belva, Andi Taufan pun kemudian mengumumkan mundur dari jabatan staf khusus presiden. Pernyataan itu disampaikan melalui surat tertulisnya pada Jumat (24/4/2020).

"Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," ungkap Andi dalam keterangan tertulis itu. 

Dalam surat itu, Andi menyatakan memilih mundur karena ingin mengabdi kepada masyarakat melalui usaha mikro dan kecil. Di bagian akhir suratnya, Andi turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi lantaran pernah memberinya kepercayaan sebagai staf khusus. 

Kini, staf khusus millennials Jokowi tersisa lima orang. Kelimanya yaitu, Putri Indahsari Tanjung, Billy Mambrasar, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Ma'ruf.

Baca Juga: Ini Daftar Jumlah Harta Kekayaan Para Stafsus Millennials Jokowi

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya