Comscore Tracker

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga Dulu

Petugas KPPS yang meninggal mencapai 554 orang

Jakarta, IDN Times - Wafatnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat Pemilu 2019 menjadi dilema dan memunculkan wacana visum. Salah satu yang melontarkan visum terhadap jasad petugas KPPS itu adalah Prabowo Subianto. 

Namun,  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengisyaratkan memvisum jasad petugas yang gugur saat bertugas mengawal Pemilu 2019 tidak bisa dilakukan begitu saja.

Baca Juga: Komnas HAM Desak Investigasi Kematian Ratusan Petugas KPPS

1. Arief sebut Prabowo harus minta izin langsung ke keluarga petugas KPPS yang meninggal

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga DuluIDN Times/Gregorius Aryodamar

Arief mengatakan, jika mau melakukan autopsi, maka kubu Prabowo harus meminta izin kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal. Sebab, mereka lah yang menentukan apakah bisa dilakukan autopsi atau tidak.

Untuk itu, Arief menyerahkan keputusan mengenai visum atau tidaknya jasad para petugas itu kepada keluarga korban. "Kalau mau autopsi ya silakan izin ke keluarganya langsung," kata Arief di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

2. Autopsi atau tidak, tergantung izin keluarga

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga DuluANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Menurut Arief, KPU juga tidak bisa memberi keputusan. Jika memang ingin divisum atau autopsi harus meminta izin kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal. 

"Intinya autopsi itu harus izin keluarga dulu. Kalau ada pihak yang ingin (autopsi) silakan ajukan izin ke keluarga dulu. Kalau ada yang mau melaporkan, ya silakan laporkan," terang dia.

3. Prabowo minta jasad petugas KPPS yang meninggal divisum

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga DuluIDN Times/Irfan fathurohman

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto meminta peristiwa meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diusut tuntas. Dia menyarankan jasad anggota KPPS divisum.

"Kami berbelasungkawa dan kami mohon pihak berwajib menyelesaikan dan mengusut hal ini, sehingga jelas bagi semua unsur apa yang terjadi sebenarnya," kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).

Dia ingin aparat penegak hukum menyelidiki kematian ratusan anggota KPPS. Caranya adalah dengan memeriksa secara medik jenazah petugas KPPS.

"Perlu ada, kami rasa suatu visum atau pemeriksaan medis petugas-petugas KPPS yang meninggal," kata Prabowo.

Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para petugas KPPS yang meninggal tersebut.

"Atas nama seluruh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, kami ingin mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya, yang dilaporkan lebih dari 500 petugas pemilu dari berbagai tingkatan, yang telah meninggal dalam proses pemilu. Hal ini belum pernah terjadi dalam sejarah pemilu Republik Indonesia," kata Prabowo.

4. Komnas HAM mendesak ada investigasi yang mengusut kematian ratusan petugas KPPS

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga DuluIDN Times/Irfan fathurohman

Kasus kematian ratusan petugas KPPS ini juga mendapat sorotan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

"Komnas HAM mendesak perlunya investigasi yang komprehensif terhadap berbagai peristiwa ratusan kematian dan sakitnya ribuan petugas pemilihan," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufiq Damanik dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Selain mendesak, Komnas HAM juga akan menambah personel tim pemantau pemilu untuk menyelidiki kematian petugas KPPS tersebut.

"Tim pemantau ini bertugas untuk menggali fakta terhadap apa yang sebetulnya terjadi sehingga begitu banyak yang menderita, hingga meninggal dunia dan sakit," jelas Ahmad Taufik.

5. Petugas KPPS yang meninggal mencapai 554 orang

Prabowo Ingin Jasad Petugas KPPS Divisum, KPU: Izin Keluarga DuluANTARA NEWS/Aditya Pradana Putra

Data sementara, total jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 554 orang, baik dari pihak KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), maupun personel Polri.

Berdasarkan data KPU hingga Sabtu (4/5) pukul 16.00 WIB, jumlah petugas KPPS yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara jumlah petugas yang sakit 3.788 orang.

Jumlah itu bertambah dari hari sebelumnya yaitu 424 orang. Begitu pula dengan petugas yang sakit, jumlahnya juga bertambah dari hari sebelumnya yang mencapai 3.668 orang.

Baca Juga: DPR Gelar Rapat Paripurna Bahas Penyebab Petugas KPPS Meninggal

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You