Comscore Tracker

Catat! Ini Aturan Mengadakan Resepsi Pernikahan saat New Normal

Resepsi dibolehkan, tetapi jangan berkerumun

Jakarta, IDN Times - Pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk membubarkan acara resepsi pernikahan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan, pada saat new normal atau tatanan normal baru diberlakukan. Hal itu dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru.
 
"Pertemuan serta mobilitas orang di ruang publik untuk acara-acara khusus (keagamaan, budaya, pernikahan, konser musik) harus diatur dengan ketat dan tunduk pada pedoman dengan penerbitan izin normal baru oleh unit pemerintah daerah," tulis Kepmendagri yang diteken Tito tersebut, pada Rabu (27/5).

1. Kewenangan membubarkan acara dimiliki oleh pemda setempat

Catat! Ini Aturan Mengadakan Resepsi Pernikahan saat New NormalMendagri Tito Karnavian (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Dalam aturan Kepmendagri tersebut, pemerintah daerah diberikan kewenangan apabila ada acara yang melanggar dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Pertemuan yang tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan dibubarkan oleh institusi di bawah komando pemerintah daerah.

"Unit pemerintah daerah harus memberlakukan peraturan yang diperlukan dan sesuai untuk menetapkan hukuman dan/atau denda maksimum bagi pelanggar," kata Kepmendagri itu.

Baca Juga: Gubernur Tegur Pj Wali Kota Makassar yang Bolehkan Resepsi Pernikahan

2. Permendagri membolehkan resepsi pernikahan, tapi harus ada pembatasan orang

Catat! Ini Aturan Mengadakan Resepsi Pernikahan saat New NormalPernikahan di tengah pandemik virus corona di Indonesia (IDN Times/Candra Irawan)

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pemerintah memang melarang pertemuan dengan mengundang banyak orang. Namun saat new normal nanti, resepsi pernikahan boleh digelar tetapi harus tetap sesuai protokol kesehatan, seperti pembatasan orang.

Adapun aturan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu pemeriksaan suhu tubuh wajib di semua area tertutup dan semi-tertutup dan jika mungkin, termasuk area terbuka di lokasi di mana dua orang atau lebih akan akan berkumpul. Batasi jumlah orang yang masuk, gunakan selotip area untuk meningkatkan jarak fisik dan sosial, terutama di antrean makanan.

"Hindari kontak fisik secara langsung, bersalaman, berpelukan, dan lain sebagainya. Hindari penggunaan uang konvensional, gunakan transaksi secara cashless," lanjut aturan Kepmendagri.

3. Resepsi pernikahan tidak boleh menimbulkan penumpukan orang

Catat! Ini Aturan Mengadakan Resepsi Pernikahan saat New NormalPernikahan di tengah pandemik virus corona di Indonesia (IDN Times/Candra Irawan)

Aturan selanjutnya, penyelenggara acara harus menggunakan marker di karpet dan bahan lantai lainnya untuk membuat batas visual di sekitar meja, perisai plexiglass di antara meja yang saling berhadapan dan tanda-tanda yang mengarahkan lalu lintas berjalan dalam satu arah agar tidak ada penumpukan dan pertemuan.

Lalu, wajib juga untuk menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di tempat acara dan gunakan tempat dan alat makan sekali pakai.

"Acara-acara olahraga dan konser musik diharapkan memprioritaskan dilakukan tanpa penonton. Acara akan disiarkan langsung ke pemirsa di rumah mereka, sehingga mereka dapat menontonnya di TV, tablet, atau perangkat seluler mereka," tulis Kepmendagri.

Baca Juga: Gubernur Tegur Pj Wali Kota Makassar yang Bolehkan Resepsi Pernikahan

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya