Comscore Tracker

Mabes TNI Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program Mereka

TNI tetap mendukung pengembangan Vaksin Nusantara

Jakarta, IDN Times - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayjen TNI Achmad Riad angkat bicara soal polemik Vaksin Nusantara di masyarakat. Melalui keterangan pers, Riad menyatakan vaksin yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu bukan program TNI.

"Program Vaksin Nusantara bukan program dari TNI," tegas Riad seperti disiarkan langsung di kanal YouTube Kompas TV, Senin (17/4/2021).

Baca Juga: Siapa yang Tanggung Jawab Bila Timbul Efek Samping Vaksin Nusantara?

1. Meski mengaku bukan programnya, tapi TNI dukung pengembangan Vaksin Nusantara

Mabes TNI Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program MerekaIlustrasi vaksin atau jarum suntik (IDN Times/Arief Rahmat)

Meski bukan program TNI, Riad menyatakan bahwa pihaknya tetap mendukung Vaksin Nusantara. Dengan catatan, vaksin itu mengikuti prosedur dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Dengan catatan telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, sehingga harus ada tiga kriteria penting yang harus dipenuhi yaitu keamanan, efikasi, dan kelayakannya," ucap Riad.

2.Dukungan fasilitas di RSPAD menggunakan mekanisme kerja sama

Mabes TNI Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program MerekaMabes TNI. (IDN Times/Santi Dewi)

Riad juga menerangkan soal penggunaan RSPAD untuk uji klinis Vaksin Nusantara. Dia menyebut itu sebagai bentuk kerja sama, sehingga akan diurus menggunakan mekanisme kerja sama.

"Penggunaan fasilitas kesehatan dan tenaga ahli kesehatan atau peneliti akan diatur dengan mekanisme kerja sama sebagai dasar hukum atau legal standing, dan tanpa menggangu tugas-tugas kedinasan atau tugas pokok kesatuan," ucap Riad.

3. Jika penelitian di RSPAD, legal standing-nya dinilai lebih kuat

Mabes TNI Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program Merekailustrasi vaksinasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen Tugas Ratmono mengatakan, uji klinis yang dilakukan di RSPAD adalah salah satu bentuk dukungan TNI terhadap Vaksin Nusantara. Menurutnya, apabila penelitiannya dilakukan di RSPAD, maka akan ada legal standing atau kedudukan hukumnya.

"Bahwa adanya keterlibatan petugas-petugas katakanlah dari TNI, dan juga mungkin dari lainnya termasuk fasilitas TNI dan juga mungkin kerja sama dengan fasilitas yang lain, inilah yang diperlukan satu legal standing. Saya kira kalau ini dilakukan penelitian di RSPAD, saya kira di sana sudah dilakukan dan diperhatikan betul tentang legal standing ini," jelas Ratmono.

"Di kesehatan TNI tentunya juga sudah ada aturan di dalam bagaimana kerja sama, di lingkup nasional maupun di internasional, dan ini sudah tertuang dari keputusan Panglima TNI," lanjutnya lagi.

Baca Juga: Masih Kontroversial, Dedi Mulyadi Tetap Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya