Comscore Tracker

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan Korupsi

Oligarki dan dinasti politik semakin merajalela

Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Indonesian Politician Review (IPR), Ujang Komarudin, menilai pemerintahan Jokowi telah membunuh pemberantasan korupsi. Hal itu disampaikan Ujang karena Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah memastikan tak akan mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mencabut UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) sedang berlangsung.

"Masyarakat menganggap Jokowi tidak pro terhadap pemberantasan korupsi, jika Perppu KPK tidak dikeluarkan. Memang sangat nyata pemberantasan korupsi telah dikebiri di era Jokowi," kata Ujang saat dihubungi IDN Times, Selasa (5/11).

1. Sejak awal, Jokowi tidak berniat mengeluarkan perppu

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan KorupsiIDN Times/Pito Agustin Rudiana

Ujang juga mengatakan pemerintah sebenarnya memang tak pernah berniat mengeluarkan Perppu KPK.

"Pemerintah sedang mencari-cari alasan dan pembenaran agar perppu tidak keluar. Akan banyak argumen yang dikeluarkan agar Perppu KPK tidak dikeluarkan. Salah satu argumen itu sedang diujikan di MK," 

1. Ujang menilai bahwa Jokowi tengah mengamankan oligarki dan dinasti politik

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan KorupsiBiro Pers Kepresidenan

Ujang mengatakan apabila Jokowi sampai mengeluarkan perppu itu, anggota partai koalisinya akan banyak yang tertangkap KPK. Dengan demikian, kata dia, Jokowi bisa terkena dampaknya jika pemerintahannya tak bersih.

"Jokowi sedang mengamankan oligarki dan dinasti politik dengan tidak mengeluarkan perppu. Soal demonstrasi mahasiswa sepertinya sudah terkondisikan. Jadi sepertinya Jokowi tidak takut," jelas Ujang.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Tak Akan Terbitkan Perppu KPK

2. Dibutuhkan desakan lebih kuat dari mahasiswa

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan KorupsiBiro Pers Kepresidenan

Menurut Ujang, mahasiswa harus lebih kritis lagi terhadap pemerintah jika ingin mendesak agar perppu tersebut dikeluarkan. Bila Perppu masih juga tak dikeluarkan, lanjutnya, pemberantasan korupsi memang sengaja dilemahkan oleh pemerintah.

3. Jika Jokowi sayang rakyat, harusnya Perppu KPK diterbitkan

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan KorupsiBiro Pers Kepresidenan

Ujang menambahkan, seandainya nanti pemberantasan korupsi berjalan baik, yang terkena imbasnya adalah orang-orang yang menjadi lawan politik Jokowi. Dia berharap Presiden Jokowi pun menyadari hal itu.

"Jika Jokowi sayang terhadap masyarakat, bangsa, dan negara harusnya dia keluarkan Perppu KPK. Masyarakat tidak diam. Masyarakat tidak bodoh. Masyarakat pasti akan kecewa dan bergerak jika pemberantasan korupsi dikebiri dan dibunuh," ungkap dia.

4. Uji materi di MK jadi alasan utama Jokowi menyatakan tidak akan terbitkan Perppu KPK

Tidak Terbitkan Perppu, Jokowi Dinilai Membunuh Pemberantasan KorupsiPresiden Joko Widodo memberi sambutan saat meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, pada 14 Oktober 2019. saat meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019). Palapa Ring tersebut akan menghubungkan 514 kabupaten dan kota melalui koneksi internet. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Jokowi sebelumnya mengungkapkan tidak menerbitkan Perppu karena adanya proses uji materi UU baru KPK di MK. Saat ini sudah ada gugatan yang disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Zico Leonard Djagardo S. Oleh karena itu, Jokowi mengatakan saat ini, ia tak akan mengeluarkan Perppu terlebih dahulu karena proses uji materi harus dihormati.

"Kita melihat bahwa sekarang ini masih ada proses uji materi di MK. Jangan ada orang yang masih berproses di uji materi, kemudian langsung ditimpa dengan sebuah keputusan yang lain. Saya kira kita harus tahu sopan santun," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Baca Juga: Survei: Publik Ada di Belakang Jokowi untuk Terbitkan Perppu KPK

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You