Comscore Tracker

Kemendagri Minta E-KTP Tak Usah Difotokopi, Ini Alasannya

Data pribadi pada E-KTP riskan disalahgunakan

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan instansi maupun masyarkaat umum berhati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi. 

Zudan meminta masyarakat tindak mengunggah dokumen kependudukan di media sosial. Sedangkan bagi lembaga yang menggunakan syarat administrasi fotokopi dokumen seperti e-KTP atau Kartu Keluarga, agar menjaga kerahasiaannya.

"Agar segera dimusnahkan dengan mesin penghancur dokumen bila tidak terpakai lagi. Jangan dibuang begitu saja, sehingga bisa dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Zudan dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Segera Lapor ke Disdukcapil, ODGJ Juga Wajib Punya KTP 

1. Dinas Dukcapil diminta dokumentasikan berkas sesuai pedoman Permendagri

Kemendagri Minta E-KTP Tak Usah Difotokopi, Ini AlasannyaDokumen Pribadi/ Djamaludin

Zudan mengingatkan, dokumen kependudukan yang berisi data pribadi sangat riskan disalahgunakan. Dia meminta Dinas Dukcapil kabupaten/kota berpedoman kepada Permendagri Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Dokumen Kependudukan.

Pendokumentasian berkas permohonan layanan agar disimpan dan diarsipkan untuk kemudian dimusnahkan jika sudah masuk masa retensinya.

"Untuk berkas manual, saya minta agar dikonversikan ke dalam bentuk digital sebelum dimusnahkan. Untuk memusnahkannya bentuk tim dan buat berita acaranya," ujar Zudan.

2. Kemendagri minta lembaga pengguna data Dukcapil pakai card reader

Kemendagri Minta E-KTP Tak Usah Difotokopi, Ini AlasannyaIDN Times/Reza Iqbal Ghafari

Zudan juga menyarankan kepada lembaga pengguna data Dukcapil agar tidak usah mengkopi dokumen kependudukan seperti E-KTP dan KK sebagai syarat pelayanan.

"Gunakan card reader atau bagi instansi yang belum bekerja sama segera mengajukan permohonan pemanfaatan data kependudukan kepada Dinas Dukcapil terdekat," ujarnya.

3. Dinas Dukcapil kabupaten/kota diminta tidak lagi meminta berkas kopian kepada pemohon

Kemendagri Minta E-KTP Tak Usah Difotokopi, Ini AlasannyaIDN Times/Wayan Antara

"Misal ada entitas bisnis yang mempersyaratkan fotocopi KK atau KTP bagi calon nasabahnya, apakah itu leasing, bank, perusahaan multilevel marketing, atau lembaga lainnya," ujar Zudan.

Zudan juga memerintahkan Dinas Dukcapil kabupaten/kota tidak lagi meminta berkas kopian kepada pemohon layanan permohonan dokumen kependudukan, sebab sistemnya sudah lewat daring.

4. Warganet ramai bicarakan berkas fotokopi e-KTP dan KK yang jadi pembungkus gorengan

Kemendagri Minta E-KTP Tak Usah Difotokopi, Ini AlasannyaIlustrasi KTP Elektronik atau E-KTP (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pernyataan Zudan merespons viralnya berita di media sosial tentang temuan berkas fotokopi e-KTP dan Kartu Keluarga yang dijadikan kertas pembungkus gorengan dan penjual angkringan.

Ramainya isu tersebut berawal dari cuitan akun Twitter atas nama @ismailfahmi yang memperlihatkan fotokopi KTP yang dijadikan bungkus gorengan, serta berkas fotokopi KK yang dijadikan bungkus makanan angkringan, pada Sabtu (8/5/2021).

"Buat yang fotokopi KK dan/atau E-KTP, pastikan tidak ada extra copy seperti ini," cuitnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Transgender Kini Bisa Buat KTP, KK dan Akta Kelahiran 

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya