Comscore Tracker

Mengenang BJ Habibie dari Cerita Lahirnya Kebebasan Pers di Awal Era Reformasi 

Habibie mendukung kebebasan pers di Indonesia

Jakarta, IDN Times - Jasa dan peran Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie begitu besar bagi Indonesia, bahkan untuk masyarakat internasional. Kabar BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB, membawa kesedihan mendalam.

Tak hanya sebagai presiden dan teknokrat, jasa BJ Habibie bagi bangsa ini juga besar kepada dunia pers pada permulaan reformasi.

Dalam sebuah pertemuan dengan para tokoh Suluh Kebangsaan di kediamannya pada 1 Mei lalu, Habibie mengisahkan momen-momen lahirnya berbagai kebijakan di masa pemerintahannya. Salah satunya ialah kebijakan yang melahirkan kebebasan pers untuk pertama kalinya di Indonesia.

Menurutnya, banyak hal yang harus dipertimbangkan saat itu dalam membuat kebijakan dalam pemerintahan yang dimulai setelah Presiden ke-2 Indonesia Soeharto lengser. "Jadi semua kebijakan yang saya buat harus berubah dari unpredictable menjadi predictable," ucap Habibie di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, saat itu.

1. Kebijakan yang unpredictable bisa berisiko tinggi di awal reformasi

Mengenang BJ Habibie dari Cerita Lahirnya Kebebasan Pers di Awal Era Reformasi IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Di hadapan para tokoh tersebut, Habibie bercerita bahwa semua kebijakannya harus bisa ditebak. Apabila ia memberikan kebiajakan yang tidak bisa ditebak, akan berisiko tinggi. Pasalnya, saat itu adalah awal era Reformasi di mana seluruh rakyat menyoroti kebijakan pemerintahan.

Baca Juga: Habibie Wafat, Wali Kota Makassar: Kita Kehilangan Bapak Teknologi

2. Kebebasan pers menjadi salah satu kebijakan Habibie yang predictable

Mengenang BJ Habibie dari Cerita Lahirnya Kebebasan Pers di Awal Era Reformasi IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Salah satu kebijakan Habibie yang dianggapnya predictable adalah kebebasan pers. Habibie pertama kali memberikan kebijakan kebebasan pers pada awal pemerintahannya, di awal era Reformasi. Kebebasan pers tersebut tertuang pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Kebijakan tersebut pun sangat berdampak positif bagi perkembangan jumlah penerbitan di Indonesia setelah memasuki masa Reformasi. "Termasuk kebebasan pers, termasuk boleh mendirikan partai berapa saja, asal memenuhi syarat pemilu. dan semua di penjara yang karena alasan politik segera keluar," ucap Habibie.

3. Sejarah lahirnya kebebasan pers itu dikisahkan di depan para tokoh Suluh Kebangsaan

Mengenang BJ Habibie dari Cerita Lahirnya Kebebasan Pers di Awal Era Reformasi IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Kisah soal kebijakan yang mengawali kebebasan pers di Indonesia itu disampaikan Habibie dalam pertemuan dengan para tokoh Suluh Kebangsaan. Tokoh yang hadir antara lain Mahfud MD, Salahuddin Wahid, Dahlan Ikhsan, Sinta Nuriah Wahid, Romo Magnis, Alissa Wahid, Siti Ruhaini, Benny Susetyo, Ajar Budi Kuncoro, Rikard Bangun, Imam Marsudi, Savic Ali, Eddy Prajanto, Quraish Shihab, dan Risal Mustari.

Baca Juga: Kebebasan Pers Terancam, Indonesia Berada di Peringkat 124

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You