Comscore Tracker

Fakta Baru, Menag Lukman Terima US$30 Ribu dari Kedutaan Saudi

Lukman mengaku lupa melaporkan penerimaan duit itu ke KPK

Jakarta, IDN Times - Sidang kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama mengungkap keterangan Staf ahli Menteri Agama, Janedjri M. Gaffar terkait duit senilai US$30 ribu (setara Rp424 juta) yang ditemukan di laci meja kerja adalah pemberian Kedutaan Arab Saudi. 

Staf ahli Menteri Agama, Janedjri M. Gaffar membenarkan duit senilai US$30 ribu (setara Rp424 juta) yang ditemukan di laci meja kerja merupakan pemberian dari Kedutaan Arab Saudi. Uang itu semula akan digunakan di acara hafiz Alquran. Hal itu disampaikan oleh Janedjri ketika bersaksi untuk dua terdakwa Haris Hasanudin dan Muhammad Muafaq Wirahadi dalam sidang dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama. 

"Terkait uang yang US$30 ribu itu diterima oleh Pak Menteri dari atase agama (Kedutaan Arab Saudi)," ujar Janedjri di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Rabu (3/7). 

Janedjri mengaku mengetahui bahwa uang tersebut dari Kedutaan Saudi setelah diminta oleh Lukman untuk melakukan kajian. Menteri dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta Janedjri untuk menyusun konstruksi penerimaan duit yang disita oleh penyidik KPK. Lalu, apa bukti yang dimiliki oleh Menag Lukman sehingga bisa menyimpulkan duit itu memang pemberian dari Kedutaan Arab Saudi?

1. Ucapan terima kasih tertulis dari Menteri Agama kepada keluarga Kerajaan Saudi

Fakta Baru, Menag Lukman Terima US$30 Ribu dari Kedutaan SaudiANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Diakui Janedjri, ia melihat sendiri bukti duit US$30 ribu itu memang berasal dari atase agama Kedutaan Saudi. Sebab, ada ucapan terima kasih secara tertulis kepada atase agama untuk disampaikan kepada keluarga pangeran. 

"Buktinya dalam bentuk ucapan yang disampaikan oleh Pak Menteri kepada atase untuk menyampaikan terima kasih kepada keluarga pangeran yang menitipkan uang itu kepada Ibrahim dan Asad," kata Jenedjri. 

Di dalam surat itu, Janedjri melanjutkan, dibaca terima kasih atas penyerahan uang yang akan digunakan sebagai khoiriah atau hafiz Alquran dan hadis. 

"Itu tertanggal November atau Desember," tutur dia lagi. 

Baca Juga: Polemik Menag, Antara Uang Dolar di Laci Kerja dan Penghargaan KPK

2. Menteri Agama minta Janedjri membuat konstruksi perkara uang di laci meja kerja

Fakta Baru, Menag Lukman Terima US$30 Ribu dari Kedutaan Saudi(Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika bersaksi di ruang sidang) ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Lebih jauh Janedjri mengatakan bahwa dirinya diminta oleh Menag Lukman untuk membantu membuat konstruksi perkara uang yang disita oleh tim penyidik KPK. Ia juga mencari bukti asal usul sumber duit tersebut. Dalam proses itu, Janedjri sempat meminta agar Lukman bersikap jujur. 

"Antara lain ini berasal dari honorarium kemudian kami minta buktinya mana. Nah, di situ kami simpulkan satu demi satu alat bukti. Begitu pula dengan dana operasional Menteri, termasuk uang honorarium dan (menjadi) narsum," kata dia. 

3. Mengaku lupa, Menag Lukman tak melaporkan pemberian duit itu ke KPK

Fakta Baru, Menag Lukman Terima US$30 Ribu dari Kedutaan SaudiANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pada persidangan yang digelar Rabu (26/6), Lukman membuat pengakuan menerima US$30 ribu. Dikatakan Lukman, pemberian uang itu terjadi di ruang kerja Menteri Agama pada pertengahan 2018 lalu.

"Yang menyerahkan uang itu adalah atase agama Kedutaan Saudi di Jakarta," ujar Lukman di ruang sidang yang membuat pengunjung sidang terkejut. 

"Kapan Pak Menteri terima uang ini?," tanya Jaksa Basyir. 

"Wah, sudah cukup lama. Rasanya pertengahan atau akhir 2018 lalu," kata Lukman lagi. 

Fakta persidangan yang mengungkap penyerahan duit puluhan ribu dollar dari pejabat tinggi Kedutaan Saudi di Jakarta, membuat Jaksa Basyir seolah tak percaya. Sebab gal tersebut dapat mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

"Ini Anda yakin bukan dari pihak lain? Ini banyak lho Pak Menteri duitnya. Ini kalau dirupiahkan mencapai setengah miliar," kata dia lagi. 

Tapi Lukman memastikan bahwa uang dollar itu memang betul diserahkan oleh dua pejabat tadi. Ia juga megakui belum melaporkan soal duit itu ke KPK setelah menerimanya. Alasannya, saat itu ia lupa dan tak ingat masih ada duit sekitar US$30 ribu di laci meja kerja. 

4. KPK masih menunggu analisa dari jaksa soal pengakuan Menag Lukman

Fakta Baru, Menag Lukman Terima US$30 Ribu dari Kedutaan Saudi(Ilustrasi harta kekayaan) IDN Times/Sukma Sakti

Setelah mendengar pengakuan Menag Lukman di persidangan, pihak KPK akan menunggu hasil analisa dari jaksa untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

"Analisa inilah yang menjadi dasar untuk mengembangkan kasusnya kepada siapa dan dalam ruang lingkup apa. Apakah seseorang jadi tersangka atau tidak, akan lebih baik diliat pada fakta persidangan ini," kata Febri pada (27/6) lalu. 

Apalagi, kata Febri, saat ini proses yang tengah berjalan untuk membuktikan dakwaan kepada dua mantan PNS Kemenag yakni Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi. Dari hasil persidangan itu, apabila muncul fakta lain untuk pelaku lain, tambah Febri, makan akan dipelajari dulu oleh KPK.

Baca Juga: Demonstrasi Mahasiswa di Kantor Kemenag Sulsel Berujung Ricuh

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You