Comscore Tracker

Minta Maaf, Iran Janji Bakal Hukum Pejabat Militernya

Iran mengakui "tak sengaja" menembak jatuh pesawat Ukraina

Jakarta, IDN Times - Tak hanya meminta maaf kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Ukraina, Pemerintah Iran juga menyatakan komitmennya untuk menghukum pejabatnya yang bertanggung jawab. Akibat insiden salah tembak Iran itu, 176 kru dan penumpang pesawat Ukraina tewas.

Pesawat sipil itu tak sengaja ditembak jatuh lantaran diduga sebagai objek membahayakan menuju pusat militer Pasukan Revolusioner. Dalam pernyataannya, pemerintah Iran mengakui, militernya memang tengah siaga level tinggi setelah ketegangan negaranya dengan Amerika Serikat. 

"Dalam kondisi demikian, karena ada kesalahan manusia dan terjadi ketidaksengajaan, pesawat itu kena tembak," demikian pernyataan militer Iran yang disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah dan dilansir dari harian The Guardian (11/1). 

Pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan itu akan diadili dengan sistem peradilan militer. Pemerintah Iran juga meminta maaf atas bencana tersebut dan berjanji akan memperbaiki sistem militernya untuk mencegah kesalahan yang sama terjadi kembali di masa depan.

Menteri Luar Negeri, Javad Zarif dalam cuitannya turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan warga asing lainnya yang terdampak. 

"Kesalahan manusia di waktu krisis ini disebabkan oleh petualangan AS sehingga berubah menjadi bencana," demikian cuit Zarif yang masih tak mau sepenuhnya disalahkan atas peristiwa itu. 

1. "Ini merupakan langkah yang benar bagi Pemerintah Iran dengan mengakui dan bertanggung jawab"

Minta Maaf, Iran Janji Bakal Hukum Pejabat MiliternyaKerabat anggota kru pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran ANTARA FOTO/REUTERS/Valentyn Ogirenko

Stasiun berita BBC melaporkan bahwa penerbangan dengan rute Tehran menuju ke Kyiev, Ukraina itu membawa 82 penumpang asal Iran, 11 warga Ukraina, warga Swedia, Kanada, Inggris, Afghanistan, hingga Jerman. Mayoritas memang warga Iran, tetapi 57 orang di antara korban tersebut memiliki kewarganegaraan lain, yakni Kanada.

Pemerintah Kanada pun bersuara lantang mengenai peristiwa jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International ini. 

Sementara, harian The Guardian edisi hari ini menulis jatuhnya pesawat ini merupakan bencana kedua yang menimpa Iran, setelah sebelumnya terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran yang dipicu naiknya harga BBM. 

seorang warga Kanada keturunan Iran yang juga banyak kehilangan teman yang tewas dalam penerbangan itu, Payman Parseyan, menyatakan bahwa pengakuan pemerintah Iran itu merupakan langkah besar. 

"Selain itu, memberikan titik akhir bagi keluarga korban dengan adanya pengakuan ini," seorang warga Kanada keturunan Iran yang juga banyak kehilangan teman yang tewas dalam penerbangan itu, Payman Parseyan. 

Selain itu, investigasi bersama yang sempat akan diinisiasi oleh Iran akan menunjukkan kesimpulan serupa.  "Ini merupakan cara untuk menyelamatkan wajah pemerintahan Iran," kata dia lagi. 

Baca Juga: [BREAKING] Akhirnya, Iran Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

2. Iran sempat membantah ada di balik jatuhnya pesawat Ukraina itu

Minta Maaf, Iran Janji Bakal Hukum Pejabat MiliternyaANTARA FOTO/IRIB VIA WANA/Handout via REUTERS

Selama beberapa hari setelah insiden jatuhnya pesawat Ukraina itu, Iran membantah ada di balik insiden mengerikan itu. Kepala organisasi penerbangan sipil Iran, Ali Abedzadeh, bahkan menyebut secara saintifik tidak mungkin rudal balistik Iran yang menembak jatuh pesawat itu. Abedzadeh bahkan menyebut, hal semacam itu merupakan rumor yang tidak masuk akal. 

Sementara, pejabat intelijen negara-negara barat pada (9/1) lalu sudah memulai melakukan pertemuan dan menduga kuat pesawat jatuh karena militer Iran salah tembak dua rudalnya secara tidak sengaja. Berdasarkan laporan awal yang dirilis oleh otoritas penerbangan Iran menunjukkan pesawat itu tak melakukan radio kontak.

Namun, pilot mencoba untuk kembali ke bandara asal. Di saat itu lah, pesawat sipil buatan Boeing itu ditembak. 

Baca Juga: Iran Bantah Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Salah Sasaran

3. Ini alasan mengapaada banyak warga Kanada dalam pesawat sipil nahas itu

Minta Maaf, Iran Janji Bakal Hukum Pejabat Militernya(Serpihan pesawat Maskapai Internasional Ukraina yang ditembak jatuh militer Iran) ANTARA FOTO/Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Stasiun berita BBC menjelaskan ada begitu banyak penumpang asal Kanada di pesawat nahas tersebut lantaran di negara Amerika Utara tersebut terdapat sekitar 210 ribu diaspora Iran. Bagi mahasiswa pascasarjana dan lulusan Iran, Kanada masih menjadi negara yang populer untuk melanjutkan pendidikannya.

Hal itu pula yang menjelaskan mengapa ada begitu banyak penumpang yang merupakan pelajar. Sebab, mereka akan kembali masuk ke kampus usai menjalani libur musim dingin. 

Untuk bisa menuju ke Iran dari Kanada dan sebaliknya, tidak ada pesawat yang melayani penerbangan langsung. Sementara, maskapai Ukraine International dari Tehran ke Kyiev lalu lanjut ke Toronto merupakan rute yang populer dan terjangkau bagi para pelajar itu. 

Sementara, Pemerintah Kanada telah menutup kedutaan mereka di Tehran sejak 2012 lalu. Untuk mengurus urusan konsuler terkait visa dan dokumen lainnya, warga Kanada mengurusnya di Kedutaan Kanada. Problema diplomatik ini diduga bisa menjadi penghalang bagi keluarga yang ingin membawa pulang jenazah korban. 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya