Comscore Tracker

Relawan JokPro Ingin Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2024

JokPro 2024 segera mendeklarasikan dukungannya

Jakarta, IDN Times - Sekelompok orang punya gagasan mendorong Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo Subianto maju sebagai pasangan pada Pemilihan Presiden 2024. Relawan yang menamai diri JokPro 2024 itu akan mendeklarasikan diri hari ini, Sabtu (19/6/2021).

Ide memasangkan Jokowi-Prabowo pertama kali dilontarkan pengamat politik Mohammad Qodari. Dia menyampaikan saat jadi narasumber di acara Mata Najwa, 17 Maret 2021. Qodari sekaligus melempar wacana agar masa kepemimpinan Jokowi diperpanjang satu periode.

Kini Qodari menyebut deklarasi JokPro merupakan wujud dari ide mengusung dua individu yang awalnya rival politik menjadi satu tim.

"Saya orang yang percaya bahwa ide itu harus mempunyai kaki. Kakinya ini berupa organisasi yang akan menyebarkan ide dan gagasan Jokowi-Prabowo ini ke seluruh Indonesia, 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota serta luar negeri," ungkap Qodari melalui pesan suara yang diterima oleh IDN Times pada Jumat (18/6/2021). 

Qodari mengatakan, sejak dia melempar wacana Jokowi tiga periode di Mata Najwa, sejumlah pesan masuk kepadanya. Isinya, sebagian warga setuju bila pasangan tersebut diusung dua tahun mendatang. 

Ia mengatakan individu yang terlibat di balik terbentuknya Jok-Pro tak lain adalah para simpatisan Jokowi. Salah satunya adalah Baron Danardono Wibowo yang kini bertindak sebagai ketua umum di Jok-Pro 2024. Sementara, Qodari di Sekretariat JokPro bertindak sebagai penasihat. 

1. Jokowi bisa saja berubah pikiran bila UUD 1945 pasal 7 berhasil diamandemen

Relawan JokPro Ingin Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2024Undangan Deklarasi Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024 (Istimewa)

Jokowi sudah menyatakan enggan mencalonkan lagi sebagai presiden di periode mendatang. Tapi Qodari yakin Jokowi bakal berubah pikiran jika Undang-Undang 1945 Pasal 7 yang mengatur soal masa jabatan presiden berhasil diamandemen.

"Beliau kan kemarin bicaranya normatif karena pada saat ini UUD 1945 mengatur masa jabatan presiden hanya dua periode. Bila nanti, aturannya mengatur presiden bisa menjabat tiga periode saya kira Pak Jokowi tidak akan bisa menolak," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indo Barometer itu. 

Jokowi, kata Qodari, bakal sulit menolak tawaran memperpanjang periode jabatannya bila para partai politik pengusung termasuk PDI Perjuangan memintanya kembali maju. Lagi pula, kata Qodari, akan lebih meyakinkan bagi PDIP untuk menang pemilu 2024 seandainya mereka kembali mengusung Jokowi.

Baca Juga: KSP: Jokowi Gak Minat Jabat Presiden 3 Periode tapi Terserah MPR

2. Relawan akan menyosialisasikan pasangan Jokowi-Prabowo 2024 ke masyarakat

Relawan JokPro Ingin Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2024ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Menurut Qodari, alasan Jokowi harus berpasangan dengan Prabowo pada pemilu 2024 untuk mencegah terjadinya polarisasi seperti pilpres 2019. Sementara, pendapat lain justru menyebut meski Prabowo kini sudah jadi menteri di kabinet Jokowi, polarisasi dengan menyebut cebong dan kampret masih ramai di media sosial. 

"Polarisasi di 2024 kecenderungannya akan menguat. Bahkan, lebih kuat dibandingkan 2014 dan 2019. Solusinya dengan menggabungkan dua tokoh yang menjadi representasi terkuat masyarakat Indonesia," kata Qodari. 

Sementara, saat ini target mereka selanjutnya ingin menyosialisasikan ide Jokowi-Prabowo 2024 kepada masyarakat di seluruh Indonesia. "Sebab, kami percaya bila gagasan itu diketahui oleh lebih banyak orang maka kecenderungannya, jumlah pendukungnya akan sangat besar," tutur dia lagi. 

Ia mengklaim selama ini terlihat tak ada yang mendukung ide itu karena tak ada yang berani bersuara. 

3. Prabowo masih berminat jadi capres pada pemilu 2024

Relawan JokPro Ingin Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2024ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Sementara, ketika berbicara di program siniar Deddy Corbuzier, Prabowo tak malu-malu mengakui masih berminat untuk maju sebagai capres pada pemilu 2024. Bila kalimat itu benar-benar diwujudkan, maka 2024 akan menjadi pemilu keempat bagi Prabowo. Dalam tiga pemilu sebelumnya, ia selalu kalah dari rivalnya. 

Meski kerap unggul secara elektabilitas di berbagai lembaga survei, tetapi Prabowo mengakui tak mudah untuk maju sebagai capres di pemilu 2024. Apalagi Partai Gerindra tak memiliki suara lebih dari 20 persen di parlemen sehingga harus berkoalisi dengan parpol lainnya. 

"It's not that easy (untuk mendeklarasikan diri maju pilpres). Kita realistislah kan juga ada faktor dukungan. Kita kan gak bisa maju sendiri harus ada teman, dukungan kiri dan kanan juga," ujar Prabowo dalam tayangan YouTube yang tayang 13 Juni 2021 lalu. 

Apalagi menurut hasil survei SMRC yang dilakukan pada periode 21 Mei 2021 - 28 Mei 2021, elektabilitasnya dalam tujuh tahun terakhir malah stagnan alias mandek. Dari 1.220 responden yang turut berpartisipasi, elektabilitas Prabowo mentok di angka 20 persenan sejak tujuh tahun terakhir. 

Baca Juga: Prabowo: Saya Bangga Diangkat Jadi Menteri Pertahanan oleh Jokowi

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya