Kominfo Blokir Iklan Rokok di Internet

Blokir ini sesuai permintaan Kemenkes

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan iklan yang memperagakan wujud rokok di 114 kanal dari Facebook, Instagram dan Youtube. Kominfo langsung memproses pemblokiran iklan di dunia maya itu.

Iklan itu dinilai melanggar UU nomor 36 tahun 2009 Pasal 46 ayat 3 butir c mengenai "promosi rokok yang memperagakan wujud rokok". 

Langkah tegas Kominfo itu menindaklanjuti surat dari Kementerian Kesehatan terkait pemblokiran iklan rokok di media sosial. Surat dari Menkes Nila Moeloek diterima oleh Menkominfo Rudiantara pada Kamis (13/6) pukul 13:30 WIB. 

"Segera setelah surat dimaksud, Menteri Kominfo Rudiantara langsung memberikan arahan kepada Ditjen Aplikasi Informatika untuk melakukan crawling atau pengaisan terhadap konten iklan rokok di internet," ujar Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu melalui keterangan tertulis pada Kamis (13/6).

Baca Juga: BMKG: Waspada Bencana Hidrologi di Sulsel

1. Menkes Nila Moeloek khawatir, jumlah perokok dari kalangan anak dan remaja meningkat

Kominfo Blokir Iklan Rokok di InternetIDN Times/Indiana Malia

Menkes Nila Moeloek rupanya khawatir terhadap jumlah perokok dari kalangan remaja dan anak-anak. Data tingkat prevalensi perokok anak dan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. 

Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan, ada peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 – 18 tahun dari 7,2 persen (2013) menjadi 9,1 persen di tahun 2018. 

Peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja ini, menurut Nila, lantaran tingginya paparan iklan di berbagai media, termasuk media internet. 

"Penggunaan media internet yang demikian tinggi oleh masyarakat Indonesia termasuk oleh anak dan remaja dimanfaatkan oleh industri rokok untuk beriklan di media tersebut dalam beberapa tahun terakhir," tambah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati (14/6).

Baca Juga: JP3T: Perempuan Kini Jadi Target Industri Rokok

2. Berdasarkan hasil penelitian, iklan rokok banyak ditemukan oleh remaja ketika mereka mengakses internet

Kominfo Blokir Iklan Rokok di Internetimdb.com

Nila kemudian merujuk kepada studi yang dilakukan oleh Stikom LSPR pada tahun 2018. Berdasarkan riset itu, sebanyak 3 dari 4 remaja mengetahui iklan rokok dari media online. Riset tersebut juga menyatakan iklan rokok banyak ditemui oleh remaja saat mereka mengakses internet, antara lain melalui Youtube, berbagai situs, Instragram, dan game online.

Kominfo pun menyatakan bahwa pemblokiran iklan rokok dapat dilakukan atas permintaan Kementerian Kesehatan. Lantaran Kemenkes meyakini, Kominfo memiliki pemahaman yang sama, maka mereka mengirimkan surat untuk memblokir iklan rokok tersebut.

3. Tim Kominfo sedang melakukan proses untuk take down iklan tersebut

Kominfo Blokir Iklan Rokok di Internet

Ferdinandus Setu mengatakan kini tim dari Kominfo tengah melakukan proses untuk take down iklan-iklan tersebut. 

Selain itu, Rudiantara juga telah menelepon Menkes Nila F Moeloek untuk menggelar rapat koordinasi teknis secepatnya.

"Membahas kemungkinan pelanggaran atas pasal-pasal lainnya, karena regulator (Kemenkes) yang bisa mengintepretasikan legislasi atau regulasi dengan lebih baik," kata Ferdinandus.

Baca Juga: Polres Parepare Tangkap Bocah Pembobol Rumah yang Ditinggal Mudik

4. Bagi perokok pasif lebih berbahaya terpapar asap rokok ketimbang perokok aktif

Kominfo Blokir Iklan Rokok di Internet(Data jumlah perokok di Indonesia berdasarkatan data WHO 2015) IDN Times/Sukma Shakti

Paparan asap rokok secara tak langsung atau menghirup asap rokok yang berasal dari rokok yang dihisap oleh orang lain, atau disebut dengan perokok pasif, juga tak kalah mematikan. Hal itu pun menjadi momok menakutkan bagi anak-anak nusantara karena rentan menjadi perokok pasif.

Dari penelitian Kemenkes dua tahun lalu, 43 juta anak terpapar asap rokok, dan 11,4 juta di antaranya berusia 0-4 tahun. Padahal, anak yang terpapar asap rokok akan memiliki pertumbuhan badan yang tidak optimal dan mengalami stunting,” kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N. Rosalin.

Baca Juga: Ini Bahaya Laten Paparan Asap Rokok bagi Anak-anak

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You