Comscore Tracker

Bikin Bangga! Kain Tradisional Indonesia Mejeng di Paris Fashion Week

Kain endek dijadikan koleksi busana spring dan summer 2021

Jakarta, IDN Times - Ajang peragaan busana dunia, Paris Woman Fashion Week 200 digelar secara virtual. Pada acara itu, Endek, kain tradisional asal Indonesia ikut ditampilkan.

Kain asal Bali itu tidak dibawa oleh desainer Indonesia, melainkan oleh desainer rumah mode terkenal dunia, Christian Dior. Duta Besar RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menyebut kain endek dipakai sebagai bahan koleksi busana musim semi dan panas 2021. 

"Ini merupakan pengakuan yang tinggi terhadap keindahan dan kualitas kain Endek Bali dan berkontribusi positif terhadap dunia fesyen internasional. Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat Bali di tengah tantangan menghadapi COVID-19," ungkap Arrmanatha melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Rabu (30/9/2020).

1. Christian Dior menggunakan sembilan motif kain endek

Bikin Bangga! Kain Tradisional Indonesia Mejeng di Paris Fashion WeekKain endek Bali digunakan di rumah mode Christian Dior (www.dior.com)

Peragaan busana Paris Fashion Week digelar di Jardin de Tuileries, Prancis, pada Selasa, 29 Septembr 2020. Dubes Arrmanatha mengatakan, berdasarkan informasi dari Pengarah Artistik Christian Dior, Maria Grazua Chiuri, kain endek Bali tidak hanya digunakan untuk koleksi baju, melainkan juga tas. 

"Dari sekitar 86 desain koleksi terbaru Christian Dior, ada sekitar 9 motif kain Endek Bali yang digunakan dalam koleksi mereka," ucap pria yang sempat menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri.

Selain mejeng di peragaan busana internasional, tampilan koleksi terbaru dengan bahan kain endek Bali juga ditampilkan di halaman depan situs rumah mode Christian Dior. 

Baca Juga: 9 Fakta Menarik Gelaran Chanel di  Paris Fashion Week 2019

2. Rumah mode Christian Dior menggunakan bahan dari kain endek karena ingin mengangkat derajat penenun perempuan

Bikin Bangga! Kain Tradisional Indonesia Mejeng di Paris Fashion WeekKain endek tidak hanya digunakan untuk membuat baju tetapi juga tas Dior (www.dior.com)

Maria Grazua Chiurimengungkapkan kain Endek Bali sengaja dipilih untuk mengangkat nilai dari kebudayaan serta craftmanship, terutama para penenun perempuan. Tim Dior lebih dulu menggelar riset. Dari sana, mereka merasa nilai budaya yang ada di dalam kain Endek sesuai dengan hasil karya yang ingin diangkat oleh Christian Dior. 

Sebagai bentuk pengakuan kepada para penenun di Bali, Dior akan mencantumkan daerah asal kain endek pada label baju atau pakaian mereka. 

3. Pemprov meminta rumah mode Christian Dior menggunakan kain endek asli yang diproduksi di Bali

Bikin Bangga! Kain Tradisional Indonesia Mejeng di Paris Fashion WeekDuta Besar Arrmanatha Nasir (tengah) bersama dengan Pengarah Artistik Rumah Mode Christian Dior (KBRI Paris)

Rumah mode Christian Dior menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia karena ikut mendukung ketersediaan kain endek untuk koleksi terbaru mereka. Koordinasi dan kerja sama dilakukan secara erat untuk memastikan penggunaan kain endek sesuai aturan budaya dan adat Bali. 

"Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan penggunaan kain endek dan meminta agar rumah mode Christian Dior menghormati HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) kain tersebut. Kain endek yang digunakan juga harus asli yang diproduksi di Bali," tutur Arrmanatha. 

Hal itu, katanya lagi, juga berkat dukungan dan gerak cepat dari tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Kemlu. 

Baca Juga: Anggunnya Vespa 946 Racikan Piaggio dan Christian Dior 

4. Pagelaran Paris Fashion Week dilakukan dengan jumlah undangan yang terbatas

Bikin Bangga! Kain Tradisional Indonesia Mejeng di Paris Fashion WeekKain Endek dalam peragaan di rumah mode Christian Dior (KBRI Paris)

Digelar di tengah pandemik COVID-19, acara Paris Fashion Week dilakukan secara terbatas. Dubes Arrmanatha mengatakan jumlah undangan pada tahun ini sangat dibatasi, selain itu pemberlakukan protokol kesehatan sangat ketat. 

Bahkan, pada penyelenggaraan PFW Juli lalu, semua dilakukan melalui virtual. Dikutip dari laman Gulfnews, ketika PFW untuk koleksi baju pria ditunjukkan, tidak dihadiri oleh media dan tamu-tamu selebritas. Bahkan, koleksi baju tidak bisa disaksikan secara langsung dan memegangnya. 

Alhasil, bagi publik yang ingin menyaksikan harus menonton melalui situs resmi rumah mode masing-masing. Begitu pula kebijakan yang diberlakukan oleh rumah mode Christian Dior. 

Namun, dalam PFW untuk koleksi baju perempuan pada September ini, pagelaran busana tidak lagi virtual sepenuhnya. Rumah mode Paris memiliki dua pilihan ketika menyelenggarakan fashion show di tengah pandemik yaitu membatasi tamu yang hadir atau menyewa tempat yang lebih besar untuk pagelaran busana. Tujuannya, agar di antara para tamu bisa diterapkan jaga jarak. 

PFW berlangsung pada 28 September hingga 6 Oktober 2020. 

Baca Juga: 11 Desainer Tanah Air Pamerkan Kain Nusantara di Fashion Week New York

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya