Comscore Tracker

Pemerintah Siapkan Tes Acak untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran

Tes acak berlaku untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan menyiapkan tes acak untuk mendeteksi kasus COVID-19 di masa arus balik lebaran Idul Fitri. Tes acak untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 setelah lebaran.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, mengungkapkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+3 dan H+7 Lebaran, yakni pada 16 dan 20 Mei 2021. Selama masa itu, Kemenhub akan menggalakkan skema tes acak di beberapa titik.

"Akan ada antisipasi yang kami lakukan, yaitu meningkatkan random testing kepada pengguna angkutan jalan, baik itu umum maupun pribadi, roda dua maupun roda empat," ujar Adita dalam siaran pers virtual, Kamis (13/5/2021).

1. Ada beberapa titik tes acak yang sudah disiapkan

Pemerintah Siapkan Tes Acak untuk Antisipasi Arus Balik LebaranWarga mengikuti rapid tes antigen di Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/12/2020). Rapid tes gratis yang diselenggarakan oleh kepolisian itu bertujuan untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di masa mudik Natal dan tahun baru (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi, menyebut sudah ada beberapa titik yang disiapkan sebagai tempat tes acak. Lokasinya baik di jalan tol maupun jalan nasional.

Tes acak terutama disiapkan untuk sejumlah titik yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Arus Balik, Satgas COVID-19 Siapkan Testing Tambahan di Bakauheni

2. Tes acak juga berlaku bagi penumpang angkutan umum

Pemerintah Siapkan Tes Acak untuk Antisipasi Arus Balik LebaranSeorang anak melakukan tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Budi mengatakan, Kemenhub juga menyiapkan tes acak bagi penumpang angkutan umum. Tes menggunakan GeNose dan diterapkan di beberapa terminal tipe A yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan jawa Timur.

"Untuk yang tes acak di terminal itu diselenggarakan pemerintah, masyarakat memakai GeNose dan tidak berbayar. Ini untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat saat akan kembali ke Jakarta nanti, untuk melindungi Jakarta," ujar Budi.

Sejak 12 April hingga 12 Mei, Kemenhub sendiri sudah melakukan tes GeNose kepada 107 sampel yang tersebar di 48 terminal tipe A di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hasilnya, ada 95% sampel negatif, dan sisanya sebanyak 5% positif.

"Dari tanggal 12 April sampai 12 Mei, sampel yang kita dapatkan sekitar 14.228 orang, yang negatif 13.639 irang, atau 95%, dan kemudian yang positif ada 589 orang,atau 4,14%, jadi persentasenya antara sampel positif dan negatif, yang positifnya kecil sekali," ujar Budi.

3. Total 1,5 juta orang keluar Jabodetabek sejak 22 April

Pemerintah Siapkan Tes Acak untuk Antisipasi Arus Balik LebaranANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Adita menyebut, ada 1,5 juta orang yang keluar dari Jabodetabek sejak masa pengetatan, yaitu 22 April. Ia mengungkapkan, tujuan dari mereka yang keluar dari Jabodetabek ini tidak cuma sekadar mudik saja.

"Dari monitoring yang kami lakukan, 1,5 juta orang melakukan perjakanan ke luar Jabodetabek sejak 22 April, sejak dilakulan pengetetatan mudik. Tujuannya bervariasi, apakah mudik atau aktivitas yang dikecualikan, ini harus dilihat lebih spesifik lagi," ungkap Adita.

4. Masa pengetatan perjalanan diadakan lagi pada 18-24 Mei

Pemerintah Siapkan Tes Acak untuk Antisipasi Arus Balik LebaranPengetatan pendatang yang masuk wilayah PPU dari pelabuhan kelotok Penajam (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Setelah masa pengetatan perjalanan yang dimulai sejak 22 April hingga 5 Mei, akan ada lagi pengetatan perjalanan yang dilakukan pada 18-24 Mei. Adita berharap, pelaku perjalanan bisa memenuhi syarat berupa dokumen kesehatan, termasuk hasil PCR 1x24 jam sebelum keberangkatan.

"Tanggal 18-24 Mei adalah masa pengetatan syarat perjalanan sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan dengan transportasi umum atau pribadi, harus bisa mengikuti ketentuan, yaitu hasil negatif tes PCR dan Swab Antigen 1x24 jam sebelum berangkat, atau hasil tes negatif GeNose di hari keberangkatan," ujarnya.

Baca Juga: [LINIMASA] Perkembangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Topic:

  • Aan Pranata

Berita Terkini Lainnya