Comscore Tracker

Iran Bantah Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Salah Sasaran

Media AS menyebut, pesawat jatuh akibat rudal salah sasaran

Washington DC, IDN Times - Media Amerika Serikat (AS) memberitakan bahwa jatuhnya pesawat Ukraina di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran kemungkinan disebabkan oleh rudal Iran yang salah sasaran. Media AS, CBS News, mengutip pernyataan beberapa pejabat intelijen setempat.

Pesawat jenis Boeing 737-800 jatuh sesaat setelah tinggal landas pada Rabu (8/1) pagi. Berdasarkan laporan awal, ada 180 penumpang dan kru yang semuanya tewas. Namun, informasi terbaru menyebut jumlah total korban adalah 176 orang.

Sebuah situs yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut laporan intelijen AS itu sebagai sebuah konspirasi yang dibuat oleh musuh-musuh Iran.

1. Intelijen AS: radar serta satelit mendeteksi dua rudal yang diluncurkan dari Iran

Iran Bantah Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Salah SasaranSerpihan pesawat Maskapai Internasional Ukraina, yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Imam Khomeini Iran, di pinggiran Teheran, Iran, pada 8 Januari 2020. ANTARA FOTO/Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Dugaan sasaran tembak itu muncul setelah intelijen AS mengaku menangkap sinyal dari radar serta satelit yang mendeteksi adanya dua rudal yang diluncurkan dari Iran. Sinyal itu tertangkap beberapa saat sebelum pesawat tersebut meledak dan jatuh.

Sejumlah pejabat Federal Amerika Serikat juga mendapatkan informasi ini pada Kamis (9/1). Menurut salah satu sumber intelijen, di sekitar lokasi jatuhnya pesawat juga ditemukan beberapa komponen rudal yang semakin menguatkan kecurigaan itu.

Baca Juga: Pesawat Jatuh, Maskapai Ukraina Tunda Seluruh Penerbangan ke Iran

2. Trump: Ini adalah sesuatu yang tragis, tapi bisa saja seseorang di sisi seberang membuat kesalahan

Iran Bantah Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Salah SasaranTim penyelamat memeriksa sisa serpihan pesawat milik Maskapai Internasional Ukraina yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, di pinggiran Teheran, Iran, pada 8 Januari 2020. ANTARA FOTO/Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Presiden AS Donald Trump mengaku "punya kecurigaan" tentang penyebab jatuhnya pesawat Ukraina itu. Insiden tersebut terjadi di hari yang sama dengan serangan rudal Iran ke pangkalan militer Irak di Al Asad yang dihuni oleh tentara koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.

Hanya saja, Trump tak menjelaskan kecurigaannya lebih lanjut. "Ini adalah sesuatu yang tragis, tapi bisa saja seseorang di sisi seberang membuat kesalahan," ujarnya kepada pers di Gedung Putih.

Dia melanjutkan, "pesawat itu terbang di lingkungan yang cukup berbahaya, dan seseorang bisa saja melakukan kesalahan."

3. Pihak Iran membantah ada rudalnya yang salah sasaran

Iran Bantah Pesawat Ukraina Tertembak Rudal Salah SasaranKerabat anggota kru pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran, berduka di depan memorial di bandara Internasional Boryspill di luar Kiev, Ukraine, pada 8 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Valentyn Ogirenko

Setelah laporan itu muncul, CBS News mengabarkan bahwa kepala otoritas penerbangan Iran membantah ada rudal salah sasaran yang membuat pesawat itu jatuh dan menewaskan kru dan penumpang.

Sebuah situs yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut laporan intelijen Amerika Serikat itu sebagai sebuah konspirasi yang dibuat oleh musuh-musuh Iran.

Baca Juga: [BREAKING] Pesawat Ukraina yang Angkut 180 Penumpang Jatuh di Iran

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya