Comscore Tracker

Jadi Stafsus Jokowi, Andi Taufan Entrepreneur Muda Berdarah Bugis

Andi Taufan merupakan alumnus SMP 6 Makassar

Jakarta, IDN Times - Andi Taufan Garuda Putra terpilih menjadi salah satu staf khusus Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Taufan diumumkan sebagai stafsus presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11).

Taufan adalah seorang pendiri dan CEO Amartha, perusahaan pionir peer to peer (p2p) lending atau fintech p2p berdampak sosial. Perusahaan ini memberikan permodalan dengan menyalurkan pendanaan modal usaha mikro kepada perempuan di pedesaan. Yuk kenali lebih jauh sosok Taufan.

Baca Juga: Aminuddin Ma'ruf Tetap akan Ambil Hak Gaji Stafsus Jokowi Rp51 juta 

1. Andi Taufan merupakan lulusan manajemen bisnis ITB

Jadi Stafsus Jokowi, Andi Taufan Entrepreneur Muda Berdarah Bugisamartha.com

Pria berdarah Bugis yang akrab disapa Taufan ini, lahir di Jakarta, 24 Januari 1987. Taufan merupakan anak tertua dari dua bersaudara yang telah mengenyam gelar sarjana manajemen bisnis dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh gelar Master of Public Administration, Harvard Kennedy School pada 2016.

Taufan mengenyam pendidikan sekolah di SD Al-Azhar Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 6 Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian pada 2004, dia tamat dari SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat.

Taufan telah menikah dengan Putri Nandi Pinta Agusria. Dari pernikahan tersebut, dia memiliki seorang putra bernama Andi Denali Rumi Garuda Putra.

2. Taufan mendirikan Amartha pada 2010

Jadi Stafsus Jokowi, Andi Taufan Entrepreneur Muda Berdarah BugisIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana manajemen di ITB, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis di IBM Global Business Services selama dua tahun. Namun, ia melihat banyak masyarakat Indonesia kesulitan mendapatkan akses finansial, sehingga pada 2009, dia meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha pada 2010.

Amartha, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis yang berdampak sosial, dengan memberikan akses permodalan kepada perempuan di pedesaan. Diawali dengan perempuan di Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa barat.

Perempuan diwajibkan membentuk kelompok untuk saling mendukung mengembangkan usaha satu sama lain, dan juga membantu bila ada anggota yang mengalami kesulitan dengan tanggung renteng.

“100 persen peminjam merupakan pelaku usaha mikro perempuan di desa. Sebagai bisnis yang dilandasi nilai-nilai sosial, kami ingin membantu mencapai sustainable development goals melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan mengurangi ketimpangan pendapatan di pedesaan,” kata Taufan, seperti dikutip dari amartha.com.

Amartha kini menjadi perusahaan pionir peer to peer (p2p) lending atau fintech p2p berdampak sosial, yang menyalurkan pendanaan modal usaha mikro kepada perempuan di pedesaan. Hingga kini, Amartha telah menghubungkan dan menyalurkan pendanaan dari pendana di perkotaan sebesar Rp1,6 triliun, kepada lebih dari 339 ribu mitra di pedesaan pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.

Amartha memodernisasi sektor pembiayaan mikro dan menyediakan saluran alternatif untuk modal bagi penduduk yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia. Per September 2019, Amartha telah memfasilitasi lebih dari Rp1,3 triliun pinjaman dan melayani lebih dari 290.000 pengusaha mikro.

3. Segudang penghargaan di bidang entrepreneur

Jadi Stafsus Jokowi, Andi Taufan Entrepreneur Muda Berdarah BugisIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Menekuni bidang bisnis keuangan yang inovatif, Taufan pun meraih berbagai penghargaan di bidang entrepreneur dan keuangan. Mulai dari penerima penghargaan Ashoka Young Change Makers Awards Desember 2010, Finalis Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) Juli 2011, Sankalp Southeast Asia Award sebagai perusahaan berdampak sosial dari seluruh negara di Asia Tenggara 2017, hingga peraih IDC Asia Pasific as fastest growing Fintech in Indonesia 2017.

Yang terbaru, Taufan meraih penghargaan Digital Inclusion Awards untuk kategori startup fintech 2018, UN Capital Development Fund (UNCDF) kategori startup keuangan inovatif 2018, 30 Promising Growth-stage Startups dari Forbes Indonesia 2018, Growth Stage Impact Ventures SDG Finance Geneva Summit Oktober 2019, dan Anugrah Syariah Republika Kategori Fintech Usaha Mikro Terbaik pada November 2019.

Baca Juga: Kritik Lembaga Kepresidenan, PKS: Stafsus Millennials Cuma Gimmick?

Topic:

  • Irwan Idris

Berita Terkini Lainnya