Comscore Tracker

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?

Kelalaian orangtua bisa jadi faktor utama

Sulsel, IDN Times -  Kekerasan yang dialami siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat berinisial AY (14 tahun) sungguh mengejutkan. Dia diduga dianiaya tiga orang yang juga tercatat masih pelajar di tingkat SMA.

AY dikeroyok hingga mengalami luka dalam serta trauma. Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak banyak orang, mungkin juga kamu, seperti mengapa kekerasan ini bisa terjadi? Mengapa pelajar sampai tega menganiaya? 

Untuk itu, IDN Times mewawancara psikolog di RS Siloam Surabaya, dr Astrid S Psi SHSB,  pada Rabu (10/4).

1. Fenomena kekerasan dengan pelaku anak

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Unsplash/Andrew Neel

Kasus kekerasan yang dialami AY menjadi viral di media sosial, khususnya Twitter. Tagar #JusticeForAudrey pun menggaung, tak hanya di netizen Indonesia, namun juga sampai mancanegara.

Tanggapan beragam pun datang dari berbagai pihak, banyak yang menyayangkan hingga mengutuk tindakan keji ini. Gak hanya masyarakat, kasus ini bahkan juga menyedot simpati selebriti luar negeri yang juga turut membagikan tagar Justice For Audrey di media sosial.  Astrid pun berpendapat bahwa kasus ini menyeramkan sekali. "Orangtua lalai menjaga anak-anaknya," kata dia. 

Baca Juga: Tak Hanya Indonesia, Artis Internasional Beri Dukungan untuk Audrey

2. Kekerasan yang dilakukan anak ternyata bisa juga disebabkan utamanya karena kelalaian orangtua

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Unsplash/Priscilla Du Preez

Rumah merupakan tempat pertama seorang anak mendapatkan pendidikan, sebelum akhirnya masuk bangku sekolah. Di sinilah peran ayah dan ibu sebagai adalah figur contoh seharusnya membimbing anak.

Para orangtua pun diharapkan memberikan pengawasan yang ketat dan menyeleksi semua informasi yang dicerna oleh anak selama proses tumbuh kembangnya sejak bayi.

Kelalaian orangtua bisa berakibat fatal, apabila mereka gak memberikan pemahaman yang benar bisa berimbas pada tingkah laku sang anak.

3. Lantas apa sih faktor yang membuat para pelaku bisa begitu sadis?

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Unsplash/Andrew Le

Kasus yang dialami siswi AY, membuat siapapun bergidik ngeri dan berujar: "Kok bisa para pelaku yang masih belia bersikap sekeji itu?"

Astrid pun menjelaskan demikian: "Kalau penyerangnya banyak, seperti kasus Audrey ini perilaku sadis bisa dipengaruhi perilaku kelompok. Lihat satu teman sadis, ikutan sadis sampai lebay karena gak ada yang bertanggung jawab, emosi kelompok cenderung meningkat kalo melakukan penganiayaan bareng-bareng."

Kesimpulannya, kelalaian orangtua, menonton film yang tak sesuai umur serta salah pergaulan adalah faktor terjadinya kekerasan dengan pelaku anak. Ayah dan ibu harus tahu setiap film yang ditonton, situs yang diakses, buku yang dibaca, hingga harus betul-betul mengenal circle pergaulan sang buah hati.

4. Tontonan berbau sadisme juga bisa membuat para anak berlaku kejam ke sekitarnya

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Unsplash/Victoria Heath

Lebih lanjut psikolog RS Siloam Surabaya itu mengatakan bahwa ketika seseorang itu melakukan sesuatu tindakan, maka pada saat proses tindakan itu dilakukan terjadilah peningkatan dalam perilakunya atau lupa diri. Apalagi, jika dia mengonsumsi dan menonton film-film yang menggambarkan sadisme.

Dengan demikian, jelas pendampingan orangtua diperlukan ketika sang buah hati menonton film-film kejam atau yang tak sesuai usianya.

Selain itu, penting bagi para orangtua untuk mengajarkan empati kepada sang anak. "Kalau anak pernah nonton film sadis, geng jahat, orangtua bisa memberikan keterangan kalo itu perilaku gak baik," paparnya.

Baca Juga: Fakta dan Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak

5. Bagaimana dengan perundungan yang marak terjadi, terutama sering menimpa anak?

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Unsplash/Chinh Le Duc

Kasus AY ini berawal dari saling sindir di sosial media yang kemudian berujung pada perundungan. Dengan demikian, pengawasan orangtua terhadap anak kecil hingga usia remaja dalam penggunaan gawai sangat dibutuhkan. Orangtua harus waspada dan mengetahui kegiatan sang buah hati di dunia maya. "Awalnya (perundungan) bisa macem-macem, sekarang sedang musim medsos maka medsos yang dipakai".

Selain itu, orangtua juga harus terbuka untuk melawan perundungan terhadap anak dan jangan menganggap remeh masalah ini. Bersikap terbuka dan mengajak anak berdiskusi adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan. "Orangtua harus mengajari anak untuk menghormati orang lain, termasuk teman-temannya." kata Dr. Astrid.

Dia juga berujar bahwa perundungan terjadi disebabkan oleh satu orang yang dominan kemudian diikuti oleh teman-temannya. Perundungan juga biasanya terjadi kepada anak yang memiliki label TER- (tergemuk, terkurus, tertinggi, terpendek, tercantik, terjelek).

6. Menurut Astrid, ini yang seharusnya kita lakukan untuk mengawal kasus kekerasan pada siswi AY

#JusticeForAudrey Viral, Apa Kata Psikolog?Dok. Istimewa

"Bersama-sama terjun ke dalam dunia anak-anak remaja untuk mengajarkan rasa saling hormat menghormati. Khusus untuk kasus ini foto korban dan pelaku tidak perlu disebar. Cerita detilnya juga tidak perlu diungkap, supaya gak jadi bahan pembelajaran anak-anak lain," kata dia.

Baca Juga: 11 Artis Indonesia & Internasional yang Tunjukan Dukungan untuk Audrey

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You