Comscore Tracker

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama 

PPP minta 10-11 jatah menteri, tak jauh beda dengan PKB

Jakarta, IDN Times - Komposisi menteri yang akan mengisi kursi Kabinet Kerja Jilid II jadi pembahasan hangat. Masing-masing partai koalisi pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko "Jokowi" Widodo-Ma'ruf Amin saling menyodorkan sejumlah nama kader-kader terbaik untuk membantu presiden menjalankan roda pemerintahan.

Beberapa nama tokoh-tokoh nasional mulai ramai diperbincangkan mulai dari yang berpengalaman sampai nama-nama generasi millennial.

Baca Juga: 3 Syarat Jika Gerindra dan PKS Mau Masuk Pemerintahan Jokowi

1. Cak Imin ajukan 10 nama bakal calon menteri dari PKB

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, belum ajukan nama bakal calon menteri dari partainya ke Presiden terpilih, Joko "Jokowi" Widodo. Pada suatu kesempatan, politisi yang akrab disapa Cak Imin ini kemungkinan besar akan ajukan nama-nama pada akhir Juli.

Cak Imin berniat mengajukan dua jenis menteri yakni dari kader partainya dan non-kader. Dia menegaskan siapa pun yang dibutuhkan oleh bangsa ini, akan dia dukung sepenuhnya.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Lukmanul Khakim mendapat dukungan dari Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI). Meski masih muda, Lukman saat ini juga sudah dinilai kaya pengalaman politik. Selain itu, pergaulan lintas parpol Lukman dinilai juga sangat luas.

Sebelumnya, Wasekjen PKB Daniel Johan meminta agar jatah kursi PKB dengan NU mestinya dipisahkan. Sebab, menurutnya, meski PKB lahir dari NU, namun keduanya adalah lembaga yang berbeda. Apalagi, kata Daniel, Cak Imin sudah menyiapkan 10 nama untuk diajukan ke Jokowi.

2. Hanura siap ajukan 50 nama calon menteri

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama IDN Times/Denisa Tristianty

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang, berkelakar akan ajukan 50 nama calon menteri bila diminta oleh presiden. Namun sampai saat ini pihaknya belum ada menerima permintaan tersebut.

Meski begitu, Oesman tak ingin berpikir terlalu jauh terkait jumlah kursi yang akan diperoleh Hanura. Nama Wakil Sekretaris Jenderal Hanura, Gede Pasek Suardika, digadang-gadang bakal jadi calon menteri.

3. PPP minta 10-11 jatah menteri, tak beda jauh dengan PKB dan NasDem,

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberi sinyal tak ajukan nama Lukman Hakim Syaifudin lagi sebagai menteri dalam kabinet mendatang. Ketua Umum PPP, Asrul Sani, mengatakan PPP mengusung konsep bergantian. Asrul menjelaskan Lukman akan diberikan penugasan lain oleh partai.

4. Golkar usung Ketum AMPI Dito Ariotedjo jadi menteri millennial

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama Dok. IDN Times/Istimewa

Salah satu kader muda Partai Golongan Karya (Golkar) digadang-gadang jadi menteri di dalam Kabinet Kerja jilid II. Calon yang diusulkan yakni Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Dito Ariotedjo. Usungan yang diberikan kepada Dito disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Di kepengurusan partai, Dito dipercaya untuk menjadi Ketua DPP Partai Golongan Karya Bidang Inovasi Sosial dan Ormas. Sebab dia dinilai memiliki kepiawaian, pengalaman, serta inovasi dalam berorganisasi. Hal ini turut menjadikannya sebagai Ketua Bidang termuda sepanjang sejarah partai berlambang pohon beringin tersebut.

5. Megawati juga sudah kantongi beberapa nama dari PDIP

Koalisi Jokowi Ajukan Bakal Calon Menteri, Hanura Siapkan 50 Nama Istimewa

Anggota Legislatif dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu, membeberkan partainya sudah menyiapkan sejumlah kader terbaik sebagai calon menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II mendatang.

"Jika Pak Jokowi meminta dari PDIP, maka PDI Perjuangan akan menyiapkan kader-kader terbaiknya, kader-kader yang bekerja secara profesional, membantu tugas-tugas presiden. Ada banyak nama dan itu masih di dompetnya Ibu Mega," kata Masinton.

Baca Juga: Lukman Tak Diajukan Lagi ke Jokowi, PPP: Kami Anut Prinsip Gantian

Topic:

  • Irwan Idris

Just For You