Comscore Tracker

Tantangan Terbesar yang Hadang Jokowi-Ma'ruf Selanjutnya

Setelah pemilu, rakyat terpolarisasi

Jakarta, IDN Times - Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Minggu (30/6) setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi dan Ma'ruf pun dihadapkan tantangan besar ke depannya.

Pengamat ekonomi sosial dari Universitas Muhammadiyah Makassar Dr Hurriah Ali Hasan mengungkap, tantangan berat itu adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat setelah pemilu usai.

Baca Juga: Tolak Semua Dalil Prabowo-Sandi, Ini Putusan Lengkap MK

1. Pasangan terpilih harus segera mengembalikan kepercayaan masyarakat

Tantangan Terbesar yang Hadang Jokowi-Ma'ruf SelanjutnyaIDN Times/Gregorius Aryodamar P

Hurriah menilai dengan mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi, maka secara perlahan akan mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui komitmen mengedepankan transparansi.

"Meski pasangan ini banyak pendukung, namun jangan sampai hasil pengumuman itu berlarut-larut. Jadi yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat," kata akademisi Unismuh itu, di Makassar, Jumat.

Baca Juga: Koalisi Adil Makmur Pendukung Prabowo-Sandiaga Bubar

2. Kebijakan "kurang populer" Jokowi harus segera dihapuskan

Tantangan Terbesar yang Hadang Jokowi-Ma'ruf SelanjutnyaIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Menurut dia, banyak kebijakan Jokowi pada periode lalu tidak populer yang justru banyak menimbulkan keluhan dari masyarakat. Pada periode kedua ini, Hurriah menilai, Jokowi-Ma'ruf harus mengeliminasi kebijakan seperti itu.

"Apalagi itu kemudian menimbulkan kesan tidak transparanan, sangat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang menaikkan harga BBM dan diumumkan secara meluas," kata Hurriah dilansir dari Antara.

3. Pembangunan infrastruktur harus tetap digenjot

Tantangan Terbesar yang Hadang Jokowi-Ma'ruf SelanjutnyaInstagram.com/jokowaycom

Sementara itu, kata alumni program doktoral Universitas Teknologi Malaysia ini, pembangunan infrastruktur tetap harus di dengan meminimalkan dampak negatif pada masyarakat, misalnya masyarakat tergusur sebagai suatu konsekuensi dari sebuah pembangunan.

"Pembangunan infrastruktur suatu negara bagaimana pun itu membutuhkan namanya pembangunan dan biasanya korbannya adalah masyarakat kecil di negara mana pun itu akan terjadi," ungkap Hurriah.

Baca Juga: Prabowo dan Sandiaga Tak Akan Hadir di Penetapan Presiden Terpilih

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Just For You